About Me:

Saya adalah seorang manusia gila yang terlalu banyak uneg-uneg & obsesi yang belom tercapai. Sebagian orang menilai saya adalah orang yang sedang mencari jati diri. Pernyataan tersebut hampir betul dikarenakan sedikitnya waktu bagi saya untuk menemukan apa yang saya benar2 inginkan dalam hidup ini. Tak ada ruang untuk berekspresi, berkreasi, dan menjadi gila di dunia yang naif ini. Alhasil, terciptalah saya sebagai pribadi yang terkesan eksplosif, dableg & sering keluar dari jalur. Kebahagiaan & kesenangan yang saya rasakan pun terkadang tidak pernah bisa dibagikan dengan orang lain, padahal Chistopher McCandless berpesan di akhir hayatnya: "Happiness only real when it shared". Untuk itulah blog ini tercipta, ga masalah orang2 yang baca mo menanggipnya atau tidak, ga masalah jika para pembacanya menjadi antipati atau termotivasi karena topiknya, yang penting saya sudah berbagi supaya ada sedikit cahaya kebahagiaan dalam hidup saya ini.

Minggu, 20 Mei 2012

Quang Vinh Restaurant


Dulu saya pernah jelasin tentang restoran Vietnam Song Huong di bilangan St. Albans, Melbourne. Nah, masih di daerah yang sama dan jenis restoran yang sama, restoran Vietnam. Namanya Quang Vinh.

Jadi (sepertinya) restoran ini adalah saingannya Song Huong. Lokasi nya pun hampir berseberangan dan menunya pun ada yang mirip2. Nah karena ada yang mirip saya coba untuk order menu yang biasa saya pesar di Song Huong juga untuk bisa dibandingkan mana yang lebih enak, Chicken Salt and Pepper.

Chicken Salt and Pepper
Dengan bentuk penyajiannya yang berbeda tapi warna nasinya mirip Quang Vinh punya cita rasa yang lebih enak ketimbang Song Huong, sayangnya ayamnya lebih kecil. Tapi ada teman saya yang bilang yang Song Huong punya justru lebih enak. Saya ga tau lidah siapa yang salah, yang pasti namanya selera pasti beda2. Kalo anda penasaran anda bisa coba sendiri dan keluarkan opini anda restoran mana yang Chicken Salt and Pepper lebih enak.

Seperti biasa kalo dateng ke restoran yang menunya puluhan kami biasanya bingung sendiri mau pesen yang mana. Kalo istri saya biasanya tanya ke pelayannya mana menu yang paling sering diorder. Kalo saya biasanya liat meja tetangga lagi makan apa, kalo keliatan menarik saya bilang saya mau pesen yang seperti itu.

Nasi Campur ala Quang Vinh
Alhasil kami order nasi campur yang pastinya tidak halal. Buat yang biasa makan makanan ga halal tapi ga bisa makan babi, mungkin liat gambar menu di bawah ini bisa eneg karena kebanyakan dagingnya.

Berikutnya kami order Tofu Salt and Pepper. Tahunya sepertinya pake tahu jepang. Ya kurang lebih ini mirip2 tahu telor asin yang di jual di D’Cost lah. Buat yang doyan tahu, menu ini pasti cocok dan memuaskan impian anda tentang tahu *halah, lebay.

3 hari kemudian kami datang lagi ke restoran ini untuk nyicipin menu yang lainnya. Kami order Singapore Noodle dan Chicken Noodle alias mie ayam. 2 menu ini sebenernya enak tapi sayang ga sesuai sama selera saya. berhubung dulu istri pernah kerja di Chinese restaurant waktu di Frankstone dan sering bawa pulang Singapore Noodle jadinya saya udah bosan dengan rasanya. Dan yang mi ayam rasanya agak aneh ketika lagi asik2 ngunyah mi dan ayamnya tiba2 di mulut ada kacang tanah ikutan gabung. Buat saya sih rasanya kurang cocok.

Tofu Salt and Pepper
Sebenernya masih puluhan lagi menu yang belom sempet kami coba. Tapi berhubung kami udah keburu bosan dengan masakan Vietnam jadinya kami berubah haluan dulu, nyobain jenis restoran yang lainnya dulu.

Chicken Noodle
Singapore Noodle
 

Tidak ada komentar: