About Me:

Saya adalah seorang manusia gila yang terlalu banyak uneg-uneg & obsesi yang belom tercapai. Sebagian orang menilai saya adalah orang yang sedang mencari jati diri. Pernyataan tersebut hampir betul dikarenakan sedikitnya waktu bagi saya untuk menemukan apa yang saya benar2 inginkan dalam hidup ini. Tak ada ruang untuk berekspresi, berkreasi, dan menjadi gila di dunia yang naif ini. Alhasil, terciptalah saya sebagai pribadi yang terkesan eksplosif, dableg & sering keluar dari jalur. Kebahagiaan & kesenangan yang saya rasakan pun terkadang tidak pernah bisa dibagikan dengan orang lain, padahal Chistopher McCandless berpesan di akhir hayatnya: "Happiness only real when it shared". Untuk itulah blog ini tercipta, ga masalah orang2 yang baca mo menanggipnya atau tidak, ga masalah jika para pembacanya menjadi antipati atau termotivasi karena topiknya, yang penting saya sudah berbagi supaya ada sedikit cahaya kebahagiaan dalam hidup saya ini.

Senin, 28 Mei 2012

Positip Kalee!


Pic

Pas makan siang hari ini saya sempet baca status temen. Sepertinya dia sebel dengan keadaannya sekarang dan menginginkan kondisi seperti temen yang lain atau orang di sekitar dia. Bunyi statusnya begini:

“Melihat kehidupan orang2 sepertinya happy terus dan jalan2 terus... Kontras sekali.”

Sungguh kasian temen sekolah saya dulu satu ini. Semoga aja dia mengerti dan tau caranya mengontrol sulutan api cemburu dan irinya tersebut menjadi motivasi terhadap dirinya sendiri untuk bisa seperti teman/orang yang dia lihat.

Selama yang dia lihat itu manusia, kalo teman/orang yang dia liat bisa harusnya teman saya ini menyadari kalo dirinya juga bisa.

Di statusnya tersebut ternyata ada yang memberi komentar, gini bunyinya:

“Keliatannya aja happy ***. kenyataannya semua org ada problem sendiri dan iri dgn kehidupan org lain. manusia gak pernah puas sih”

*) Nama teman saya, harus saya hide untuk alasan privasi

Sepertinya yang memberi komentar ini juga merasa bahwa hidup ini begitu susah. Kalo ngeliat orang lain naik taraf hidupnya, dia sepertinya merasa dirinya ga perlu untuk menyamai orang lain itu. Karena tiap orang pasti punya probelm dibalik kesenangannya itu. Kasian banget saya sama orang yang kaya gini, dia pasti hidupnya gitu2 aja, ga sadar kalo dirinya bisa ngewujudin apa yang orang lain wujudin, ga sadar bahwa dirinya adalah Pemenang. Yang saya maksud pemenang ya benar2 pemenang, bahwa setiap pribadi manusia itu mampu untuk menang karena sudah digariskan begitu.

Ga percaya?

Mari kita kembali ke detik2 anda akan terbentuk di rahim. Pada waktu berjuta-juta sperma berenang2 di rahim untuk bisa menggapai sel telur anda/saya pada waktu itu adalah salah satu diantara berjuta-juta sangingan sperma yang mempunyai tujuan yang sama, sel telur. Kalau anda merasa diri anda pecundang, harusnya anda bukan di sini, tapi anda di dunia antah berantah yang ga jelas, dunia yang saya sendiri juga ga kebayang ada dimana. Kalo memang anda pecundang berarti yang sedang baca blog ini adalah sperma sebelah anda atau sperma yang jauh di depan anda yang ternyata larinya lebih kenceng dari anda.

Anda tau bagaimana nasib sperma yang tidak berhasil masuk ke sel telur? Terbuang, sia-sia, tidak terpakai, dipercundangi oleh sperma yang masuk sel telur. Sekali sel telur di masuki sperma, sperma yang lain tidak bisa ikutan nimbrung masuk juga. Mereka tidak terpakai lagi. Nah, anda itu seorang diri udah mempercundangi juta-jutaan sperma yang punya tujuan yang sama seperti anda. Anda itu si sperma yang dengan gagahnya pada detik2 di garis finis (sel telur) berhasil memasuki sel telur. Anda itu berlomba bukan Cuma dengan 100-200 sperma (Emangnya maraton?). Anda berlomba dengan berjuta-juta sperma di sana pada waktu itu. Anda itu telah berhasil mengalahkan mereka2 para sperma pecundang dan anda udah membuktikan diri anda berhasil, andalah pemenangnya.

Kalo diibaratkan, mungkin anda pernah liat lomba lari maraton. Ratusan peserta maraton berlari, berlomba-lomba untuk menggapai garis finis lebih dulu. Terlepas dari perkara anda bisa lari atau nggak, terbiasa lari atau nggak, anda udah membuktikan diri bahwa anda juara 1 nya. Anda udah menang pada waktu anda terbentuk. Jadi sebenernya naluri pemenang itu udah ada di dalam diri anda. Cuma anda nya aja yang ngeyel dan sering dengerin ocehan “sperma” lain yang senengnya menjatuhkan anda.

Waktu anda mau coba berbisnis maksud hati supaya ada penghasilan tambahan atau kalau2 kena PHK, karena denger2 perusahaan mulai gonjang ganjing nih, biar anak/istri masih ga makan pasir lauk tai kucing. Anda udah yakin dan siap untuk memulai bisnis anda. Eh, anda ketemu temen yang penah gagal berbisnis, kebetulan bisnisnya sama pula seperti yang mau anda jalankan. Temen anda bilang “Mending jangan deh, daripada lu ngambur2in duit. Sangingannya udah banyak, lu telat mulainya. Gw udah jatoh ke lobangnya, gw ngasi tau lu di depan ada lobang, biar lu ga jatoh kaya gw.”

Dari sekian ribu persentase keyakinan diri, hancur dalam hitungan detik gara2 “sperma” ga jelas. Kita sering kaya begitu, lebih mudah terpengaruh sama hal yang negatif daripada hal positif. Padahal yang ngasi kita saran negatif itu belum tentu perduli sama kita. Kalo dia kasi komentar negatif, apakah dia kasi solusi untuk kebutuhan anda yang mendesak? Untuk susu anak anda yang makin melambung? Apa dia perduli dengan keluarga anda? Kalo memang anda udah merancang semuanya, termasuk resiko2 dari bisnis tersebut, jalankanlah! Jangan dengarkan orang2 yang sebenernya mereka tidak terlalu perduli dengan anda

Waktu orang bilang “Kamu bisa!”, Kita jawab “Ah masa sih?”
Waktu orang bilang “Lu udah pasti gagal punya dah!” Kita jawab “Iya ya? Gw juga ngerasa begitu.”

Jiah, 10 x 10, Cepek deh (baca: capek deh).

Otak manusia lebih mudah merespon berdasarkan jenis informasi yang lebih sering diterima. Kalo biasa nerima informasi negatif, mau jutaan orang yang bilang positif bakalan mental sama 1 orang yang komentar negatif. Karenanya jangan biasa’in baca berita negatif. Omong2 berita sekarang aja isinya negatif semua seringnya. Nah, lho gimana tuh? Gampang, solusinya adalah jangan baca/nonton berita. Segala berita anak SMP diperkosa di angkot lah, kakek perkosa cucu lah. Si Mawar yang terpaksa jual diri demi sesuap nasi. Atau si Melati yang mutilasi temennya sendiri terus dimakan.

Maaf buat pecinta detik.com, kalo saya perhatikan 50% dari isi web ini adalah berita negatif. Perhatikan coba orang di sekitar anda yang doyan ngeklik link ini. Dia pasti cenderung paranoid, atau sering berkomentar negatif, atau takut mengambil resiko. Artinya 50% dari pembaca web ini pastinya jenis orang yang lebih cenderung negative thinking.

Jika anda memang mau berubah, anda bisa mulai dari hal sepele ini. Ubahlah jenis informasi yang masuk ke otak anda. Merubah mindset dan pola pikir yang udah terlanjur negatif bukan urusan 1 atau 2 tahun. Tapi coba perhatikan hidup anda setelah isi otak anda berubah, udah barang tentu hidup anda pasti berubah. Anda pun merasa lebih damai, ga takut ini itu, dan anda lebih berani untuk action untuk perubahan dalam hidup anda.

Buat yang dari dulu planningnya mau kuliah setelah kerja ngumpulin uang, pikiran anda akan mulai terbuka akan peluang2 yang ada setelah anda lulus kuliah. Ga perduli berapapun umur anda, ga perduli kapasitas otak anda, peluang akan selalu ada buat orang yang positif. Buat yang pengen investasi untuk masa pensiun, otak anda malah jadi lebih berani menjalankan ide2 yang dulu udah pernah terpikirkan sebenernya. Walaupun disertai resiko2 yang sama bahkan bertambah, tapi otak anda jadi lebih waras bahwa kalo tau cara mengatasi resikonya peluang ini bisa sangat menguntungkan.

Lets be positive!
Just read good/peace/victory news!

7 komentar:

autumn leaves mengatakan...

Mas peter :( tolong bales pesan saya di Postingan "pekerjaan pertama yaa" :'(

saya tunggu banget jawabannyah,...hiks..

Petter Sandjaya mengatakan...

Saya udah bales mba Sri. Jangan sedih, coba dicek di postingan saya. Sebenernya lebih enak ngobrolnya pake email. Jadi mba nya langsung tau kalo aku udah bales/jawab pertanyaan mba. Mba Sri ada email?

Baguz Stankovic mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
autumn leaves mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
autumn leaves mengatakan...

oh saya salah ternyata mas Peter, saya commentnya di postingan "My Jobs In Australia", berikut alamat email saya ya ( wulandari.sri96@yahoo.com ) banyaaaaaaakkkkk banget yang kepingin saya tanyain masalah pengajuan Visa dll, kalo mas peter kira2 Online tiap jam brp ? nanti saya tungguin biar kita bisa Chat Online dey, heheheh...pokoknya Blog ini jadi SUMBER INSPIRASI saya..amat sangat saya Sukai dan Hargai..terima kasih

Sri Riyati mengatakan...

Lama gak baca blogmu Pit. Memang bnr, banyak orang itu mikirnya yang jelek2 sampek lupa yang gak terlalu jelek hehe...Kadang cuman bermaksud ngobrol sama orang tapi bawaannya malah jadi depresi karna orang lain penuh kecurigan, was2, dan kurang brani tabrak langsung. Tapi sebenernya ada untungnya juga sih Pit, kalo kita gak banyak kuatir kita nggak banyak saingan :-p

Petter Sandjaya mengatakan...

Iya bener. Baca komenmu jadi inget cerita ttg katak yang tuli...