About Me:

Saya adalah seorang manusia gila yang terlalu banyak uneg-uneg & obsesi yang belom tercapai. Sebagian orang menilai saya adalah orang yang sedang mencari jati diri. Pernyataan tersebut hampir betul dikarenakan sedikitnya waktu bagi saya untuk menemukan apa yang saya benar2 inginkan dalam hidup ini. Tak ada ruang untuk berekspresi, berkreasi, dan menjadi gila di dunia yang naif ini. Alhasil, terciptalah saya sebagai pribadi yang terkesan eksplosif, dableg & sering keluar dari jalur. Kebahagiaan & kesenangan yang saya rasakan pun terkadang tidak pernah bisa dibagikan dengan orang lain, padahal Chistopher McCandless berpesan di akhir hayatnya: "Happiness only real when it shared". Untuk itulah blog ini tercipta, ga masalah orang2 yang baca mo menanggipnya atau tidak, ga masalah jika para pembacanya menjadi antipati atau termotivasi karena topiknya, yang penting saya sudah berbagi supaya ada sedikit cahaya kebahagiaan dalam hidup saya ini.

Minggu, 26 April 2015

Sailor Falls

Langsung aja ga usah pake basa basi bacin untuk pembukaan cerita postingan kali ini. Intinya kami dalam perjalanan menuju ke Daylesford Lake di suburb Daylesford tentunya. Tapi di tengah jalan saya tak mampu lagi menahan diri untuk berfoto bersama pemandangan yang indah2 itu dan tak jauh dari tempat kami berfoto tadi ada pemberitahuan tentang tempat bagus untuk dikunjungi. Dikarenakan kami punya banyak waktu jadi kami sempatkan untuk singgah sebentar buat liat2 ada apa di tempat ini.

Nama tempatnya adalah Sailor Falls yang merupakan salah satu tempat penghasil air mineral untuk mensuplai penduduk Australia pada umumnya. Ada banyak tempat dan spot lainnya di sekitar Sailor Falls ini yang ditemukan sumber mata air mineral untuk dipasarkan di masyarakat. Mereka menetapkan slogan mereka sebagai Kota spa dan air mineral. Entahlah apa hubungannya air mineral dengan spa, karena saya kurang ngerti spa ini perawatan tubuh dengan cara diapakan.

Selain air mineral sebagai sumber alam, orang2 yang dulu tinggal dan pindah ke sini tujuannya tak lain adalah untuk menggali emas. Australia memang kaya akan emas dan uranium, bisa dilihat di peta kalo benua ini kan diperkirakan pasti menyatu dengan papua dulunya. Ada yang tau kenapa Freeport di Papua masih belom hengkang dari sana? Mungkin kah emasnya belom abis? Atau malah mereka menemukan sumber alam lainnya yang tidak bisa disebar luaskan? Uranium maksudnya. Sumber utama pembuatan nuklir. Tak ada yang tau, saya pun hanya bisa mengira2.

Mencoba untuk menelusuri jalur tangga yang cukup curam (buat Kristina) menuju pusat air terjun yang sudah tak menerjunkan air lagi selain kucuran air saja. Kalo kita ke tempet air terjun biasanya kan dari jauh suara deruh airnya tuh udah terdengar setidaknya 300 meter. Nah di Sailor Falls ini yang terdengar malah suara air ngocor. Sama halnya seperti air ngocor dari keran ke bak mandi yang kosong. Mencoba menapaki setiap jalur, maki lama makin menyulitkan dan becek. Sambil bawa Eog memang cukup menantang medannya karena bebatuan dan jalanannya yang licin, khawatir kami jangan2 jadi korban yang sama seperti sedia kala. Katanya dulu pernah ada kecelakaan di sini namun ga disebutkan lebih lanjut kecelakaan seperti apa dan apa penyebabnya.

Naluri saya sih pengennya ngedaki bebatuan itu lebih dekat lagi ke arah kucuran airnya. Lalu merasakan suasananya yang dingin sejuk sambil menikmati bebatuan yang sudah saya lewati. Sayangnya udah berkeluarga dan ada buntut, jadi tiap langkah yang saya ambil terdengar omelan dan larangan dari “nyoya besar”. Mau tak mau harus saya telan hasrat mendakinya. Ya mungkin nunggu Eog udah 17 tahun kali ya, abis itu pergi lagi, pastinya ga sama Kristina, karena Kristina tipe orang yang berpetualang mencari aman, jadi agak kurang asik menurut saya. Sementara saya petualang yang ingin memuaskan rasa ingin tau tanpa mengabaikan bahaya tentunya. Kalo kata Kristina saya petualang konyol yang bisa mati konyol.

Berlanjut ke track berikutnya, setelah puas dengan spot air terjun “bohongan” itu, ada cabang lain yang bisa kami singgahi dengan berjalan kaki tentunya. Kristina udah males aja karena dia lebih milih melanjutkan perjalanan tapi saya berhasil merayunya untuk ikut karena melihat tracknya hanya cukup berjalan, jadi tidak membahayakan, hanya saja melelahkan, hehehe…

Di petunjuk arah disebutkan “air mineral 480 meter”, tapi baru jalan skitar 50 meter ada jembatan dengan sungai dari air kucuran yang tadi kami lihat, dan Kristina sudah yakin itulah tempatnya karena melihat perjalanan berikutnya tanahnya becek dan mendaki. Ah, saya mah yakin, saya dibo’ngin tapi karena dia udah ngewanti2 jangan dilanjutin, saya jadi takut sendiri. Dari sini ternyata kita bisa tembus ke Daylesford Lake (tempat yang mau kita kunjungi) dengan berjalan kaki mengikuti track yang sudah dibuat. Jaraknya 6,5 kilometer. Saya sudah membayangkan, pasti asik banget tuh perjalanannya kalo kesempatan itu bisa saya alami, hehehe… Mungkin hanya di dalam mimpi saja.


Alhasil kami kembali ke jalan yang tadi kami lewati untuk kembali melanjutkan perjalanan ke Daylesford Lake. Di tengah jalan Eog minta gendong sambil bilang “capek, capek, huh, huh…” Mau tak mau saya gendong sambil mendaki tangga naik. Wow, fitnes hari ini luar biasa keras. Sampe di mobil, perut saya terasa sakit. Mungkin hampir kotak seperti Ade Ray, mantabs hehehe…



Tidak ada komentar: