About Me:

Saya adalah seorang manusia gila yang terlalu banyak uneg-uneg & obsesi yang belom tercapai. Sebagian orang menilai saya adalah orang yang sedang mencari jati diri. Pernyataan tersebut hampir betul dikarenakan sedikitnya waktu bagi saya untuk menemukan apa yang saya benar2 inginkan dalam hidup ini. Tak ada ruang untuk berekspresi, berkreasi, dan menjadi gila di dunia yang naif ini. Alhasil, terciptalah saya sebagai pribadi yang terkesan eksplosif, dableg & sering keluar dari jalur. Kebahagiaan & kesenangan yang saya rasakan pun terkadang tidak pernah bisa dibagikan dengan orang lain, padahal Chistopher McCandless berpesan di akhir hayatnya: "Happiness only real when it shared". Untuk itulah blog ini tercipta, ga masalah orang2 yang baca mo menanggipnya atau tidak, ga masalah jika para pembacanya menjadi antipati atau termotivasi karena topiknya, yang penting saya sudah berbagi supaya ada sedikit cahaya kebahagiaan dalam hidup saya ini.

Senin, 12 Maret 2012

Keuntungan Menjadi Perokok

Saya ga perlu banyak cang, cing, cong... Saya cuma mau sharing link Youtube ini yang fenomenal dan siapa tau anda sebagai perokok semakin mengerti akan keuntungan-keuntungan yang ada. Selama durasi 42 menit, kiranya video ini membuka mata anda sehingga anda bisa melangkahkan kaki anda sebagai perokok dengan penuh kepastian. Saya tidak mengajak anda untuk berhenti merokok. Saya cuma mau anda mengerti ketika anda menghisap batang demi batang, box demi box, anda mengerti keuntungan-keuntungannya. Jadi anda merokok disertai dengan pengetahuan, tidak buta sama sekali. Oke?

Saya menggunakan kata "keuntungan" sama sekali tidak bermakna konotasi. Jadi silahkan ditangkap secara harafiah, karena maksudnya adalah memang ada sebuah keuntungan dari perokok. Selamat menonton...


Dan apabila anda sudah menyelesaikan video di atas, berikut ini adalah link sebuah iklan sosial yang berkaitan dengan rokok pula. Selamat menikmati...


Kamis, 16 Februari 2012

Anak SD

Berhubung sekarang hari libur kerja saya adalah hari Senin dan Kamis jadi terpaksa deh waktu untuk ke gereja di pindah menjadi hari Kamis bukan hari sabtu atau minggu. Karena di weekend sekarang saya terpaksa harus kerja dari pagi sampe malam.

Kenapa ga hari Senin aja ke gerejanya? Karena gerejanya libur setiap hari senin. Alias setiap senin ga ada kebaktian.

Nah, ada yang menarik sejak saya ke gereja di sini. terutama pada saat momen Salam Damai, dimana setiap jemaat bersalam-salaman sebagai rasa kasih terhadap sesama jemaat. Kalo di Indo dulu orang2nya akan mengusahakan untuk bersalaman walaupun jauh tempat duduknya. tapi anehnya di sini kalo tempat duduk jauh, cukup melambaikan tangan saja sambil memberikan senyum manis, sebagai tanda kasih.

Dari sejak minggu lalu, ke gereja tiap kamis selalu ada anak2 satu sekolahan ikut misa juga. Terlihat dari postur dan keluguannya, mereka sepertinya masih SD. Ada hal unik yang dijaman saya waktu SD terjadi kebalikannya di sini. Pada waktu kotbah sang Pastur selalu melemparkan pertanyaan ke anak2 sekolah. Dan inilah yang tidak terjadi di jaman saya waktu sekolah dulu, mereka justru berebut secepat kilat untuk menjawab pertanyaan sang Pastur. Mereka bener2 keliatan inisiatif dan ga malu untuk mengungkapkan pendapat. Di jaman saya dulu, kalo guru bertanya, dia harus menunjuk salah satu murid untuk menjawab, baru sang murid akan menjawab. Kalo diminta inisiatif, sampe kelasnya bubar juga mungkin ga akan ada murid yang berinisiatif atau berani mengangkat tangan untuk menjawab pertanyaan sang guru.

Saya ga ngikutin perkembangan jaman anak sekolah sekarang. Jadi entahlah, apa kabarnya ya? Apakah para murid sekarang masih sama seperti saya dulu waktu SD? Malu atau sungkan untuk mengungkapkan pendapat, takut dinilai salah. Kalo memang masih seperti dulu, ada baiknya para gurulah yang berinisiatif merubah pola itu. Supaya tidak ada orang2 seperti saya ini yang takut berbuat salah, takut mengungkapkan pendapat, dan takut dinilai buruk.

"Saya sudah kehabisan cara gagal, karenanya yang tersisa cara untuk berhasil." - Thomas A. Edison

My 1st Award As Blogger

Ternyata dunia blogger ga sesempit daun kelor. Saya baru tau ternyata banyak juga orang2 Indo yang doyan ngeblog juga. Bahkan saya baru tau ternyata banyak juga award yang diberikan untuk kategori yang bermacam2. Ya tujuan utama nya sih mungkin cuma buat asik2an aja, untuk apresiasi.

Berikut ini saya pajang award pertama kali yang saya dapet dari Sang Cerpenis Bercerita yang katanya sebagai salah satu dari 7 pengunjung paling sering di bulan tersebut (Januari 2012)

Pic from here

Tadi nya saya bingung waktu dapet award ini, bisa buat apa ya? Diskon di toko baju? Diskon kalo beli buku Sang Cerpenis? Hahaha, ngarep. Tapi gpp, walaupun ga bisa buat kartu diskon ataupun ticket pass nonton konser SNSD, ternyata ada award2 ginian, ngeblog jadi asik juga.

Thanks guys buat award nya...

Senin, 13 Februari 2012

The Real Terorist

Katanya kalo menulis itu harus disertai emosi biar tulisannya ngalir gitu aja seperti curhat mengucurkan aspirasi yang bikin butek otak. Tapi tiap kali mau nulis, kesempatannya ga ada. Entah laptopnya lah yang lagi dipake istri atau sayanya lah yang pulang kerja udah kemaleman. Tapi kali ini ada kesempatan dengan mengorbankan waktu menjemput istri. Jadi kali ini istri terpaksa harus mengalah dengan pulang sendiri tanpa saya jemput demi sesuatu yang di otak ini bisa keluar dan ga nyumbet jalan darah.

Tulisan kali ini adalah tulisan yang saya janjikan di tulisan sebelum ini. Sesuatu yang membuat saya kesel dan pengen muntah karena emosi. Jadi ceritanya beberapa waktu lalu waktu saya lagi bikin tulisan sebelum ini, saya buka fb dan nonton postingan youtube dari teman SD. Film tersebut dibuat secara amatir yang mempertontonkan seorang anak muda chinese yang entah kuliah atau sekolah di negeri Paman Sam yang dikeroyok oleh beberapa anak muda lain yang biasa kita sebut bule.

Berikut ini link nya:


Entah apa sebabnya si anak muda chinese ini dikeroyok dan komentar2 di bawahnya bener2 bikin tambah panas. Mereka sepertinya tidak sempat lagi memikirkan perasaan orang yang dipukul, orang yang disakiti hatinya. Mereka seperti ga punya agama karena tindakan mereka seperti loss control dan... Ini menurut pandangan saya sendiri, menurut saya the real terorist is America not others.

Kalo dunia taunya negara2 islam lah yang teroris, coba pikirkan lagi, coba diingat2 lagi, coba ditela’ah lagi, kira2 apa yang sudah dilakukan oleh Amerika terhadap negara2 seperti Irak, Afgarnistan, Libia (baru2 ini), dan sebentar lagi katanya China, adalah sebuah tindakan terorisme bukan? Ikut campur urusan negara orang lain mentang2 negaranya disebut negara adikuasa. Negara yang katanya mampu memegang kendali penuh terhadap urusan dunia. (f***, mate. You are F***ing country). Negara yang katanya memberikan bantuan tapi sebenernya di balik itu mereka mejajah negara yang bersangkutan.

Denger2 nih, Amerika tuh dikendalikan oleh 95% orang Yahudi. Mereka yang duduk di parlemen alias kursi DPR nya Amerika tuh orang2 Yahudi yang dulu dibantai sama Hitler. Dan saya pernah berdiskusi dengan teman kerja yang beragama muslim, katanya di Alquran pun di tulis bahwa mereka yang beragama Yahudi harus dibunuh karena mereka adalah asal muasal kehancuran dunia masa depan. Awalnya saya ga setuju dan berdebat dengan teman saya ini. Apa salahnya orang Yahudi? Teman saya pun ga bisa kasi alasan yang kuat, pokoknya katanya kalo bunuh orang Yahudi, itu sebuah berkat di agamanya. Lalu saya menegaskan teman saya ini lagi dengan pertanyaan, bagaimana dengan orang Yahudi yang ga tau apa2, ga ngerti politik, sekolah ga lulus, atau bahkan orang Yahudi yang baik hati, apakah tetap harus dibunuh? Apakah tetap kamu akan dapet berkat? Teman saya ini sekali lagi dengan yakinnya mengatakan: “Ya!”

Dalam hati sedikit bersyukur saya dilahirkan bukan sebagai orang Yahudi, kalo nggak mungkin udah dibunuh sama teman saya ini kali? Hahaha...

Perihal the real terorist is America juga pernah diungkapkan sama share house saya asal Tonga. Mungkin bingung ya Tonga itu dimana? Ga banyak orang tau negara yang ukurannya saja lebih kecil dari Singapura. Sekali kena Tsunami, pulau ini sudah pasti hilang dari peradaban. Letaknya berdekatan dengan Negara Fiji, kalo ga salah ada di sebelah timur benua australia. Intinya masih tetanggaan lah sama Australia. Teman saya ini membuat saya mendengarkan opini nya lebih terdengar objektif, karena dia bukan muslim, tapi dia benci banget sama Amerika yang menurutnya adalah negara yang saat ini melancarkan segala cara untuk bisa mendapatkan keperluan2 yang dibutuhkan bagi kemajuan negaranya dengan dalih demokrasi.

Pic from here
Akhirnya saya baru terbuka mata saya bahwa jangan2 harusnya Hitler itu mendapatkan penghargaan untuk perdamaian dunia. Dan mata saya baru terbuka setelah saya ngalamin sendiri gimana rasanya tinggal di luar negeri. Memang banyak dari mereka yang bule itu rasis. Tapi se rasis2 nya bule, tetep lebih rasis mereka yang di Indo. Karena bule kalau rasis hanya berpengaruh terhadap hubungan sosial saja, misalnya dia ga mau berteman dengan kita. Tapi kalo di Indo ya ampun deh. Maaf, buat temen2 yang cinta Indo, saya benci tinggal di Indo. Saya benci selalu didiskriminasi. Saya benci orang yang dari depan baik tapi di belakangan buang ludah seolah2 saya najis. Saya lebih suka orang bule yang kalo emang ga suka dia ga mau berteman. Orang Indo menurut saya bodoh kalo sampe bersikap rasis sama mereka yang chinese. Mereka ga berpikir kalo chinese dan melayu itu berasal dari ras yang sama, Mongoloid. Stupid, stupid, stupid... Mereka malah ramah tamah dan baik terhadap mereka yang bule yang jelas2 rasnya berbeda, Caucasoid.

Oke kembali lagi ke topik awal. Intinya berdasarkan pemaparan temen saya yang muslim, Yahudi akan terus berjuang untuk menguasai dunia ini. Tapi temen saya lupa apakah tertulis di situ pada akhirnya apakah Yahudi sebagai pemenang atau bukan. Terlepas dari itu semua, saya malah meyakini semua ramalan dari Nostradamus itu benar2 terjadi. Sudah terbukti ramalan2nya memang benar2 terjadi, dari perang dunia sampe kejadian alam. Nostradamus pernah meramalkan bahwa pada akhirnya ras kuning lah yang akan menguasai dunia. Terserah apa persepsi anda tentang ras kuning, tapi saya pribadi meyakini bahwa ras kuning ini adalah mereka2 yang berasal dari China, Jepang, Korea, dan sekitarnya yang menurut pemaparan Akazawa Takeru, seorang profesor Antropologi di Kyoto, Jepang, adalah ras yang berkelimpahan carotene atau pigmen kuning dalam kulit mereka.

Selasa, 17 Januari 2012

Rasa Benci

Bener-bener ga nyangka nih, mendadak perasaan bisa berubah dalam sekejap terhadap orang yang selama ini saya benci karena mulutnya yang pedes banget dan sering nyakitin hati. Sekarang malah saya jadi kasian sama dia karena suaminya memperlakukan dia kaya gitu. Tapi kalo diinget-inget lagi perlakuan dia ke saya tetep aja rasa sakit hati itu sepertinya masih bisa muncul lagi tapi kalo logika yang saya mainkan di sini semua perlakuan dia terhadap saya dikarenakan kepahitan yang dia alami akibat diperlakukan jahat oleh suaminya.

Jadi ceritanya kekesalan saya suatu hari sudah memuncak dan menurut saran dari kebanyakan temen adalah lebih baik menghindar dan kalo bisa jangan berhubungan lagi supaya rasa sakit hati itu ga muncul-muncul lagi. Kalopun suatu hari nanti kontak lagi toh kecil kemungkinan sakit hatinya karena intensitas pertemuan yang kecil. Dan tiap kali ketemu atau ngobrol ya hal-hal baik aja dan pembicaraan pun enak2 aja. Tanpa saya sadari sepertinya orang yang saya sebel ini malah jadi baik dan terbukalah mata saya kalo ternyata dia begitu karena diperlakukan yang sama oleh pasangannya.

Pelajaran yang saya ambil adalah kalo ada orang yang saya benci, sebaiknya justru malah saya harus bersikap baik padanya. Alasannya: ada 2, yang pertama karena pasti ada sebabnya kenapa dia begitu ngeselin sikapnya sehingga saya justru malah harus balik mengasihaninya. Alasan kedua, sejahat-jahatnya orang kalo terus menerus dibaikin lama2 akan melunak juga.

Mengenai hal ini saya jadi inget 2 cerita. Yang pertama kisah tentang tetesan air di dalam gua yang menetes di permukaan batu. Karena konsistensi air yang jelas2 masanya lebih lunak ketimbang batu mampu merubah bentuk batu yang keras. Cerita kedua tentang seorang menantu yang sudah ga tahan lagi dengan perlakuan mertuanya dan dia datang ke shinse untuk minta racun yang paling ampuh untuk membunuh mertuanya tersebut. Sang shinse pun memahami situasinya lalu memberikan sebungkus bubuk. Sang shinse memberi saran untuk menaruh bubuk tersebut ke dalam makanan, sedikit demi sedikit supaya dia tidak dicurigai membunuh. Saran sang shinse masuk akal dan sang menantu pun pulang dengan penuh harap mertuanya akan meninggal.

Kini sang menantu selalu masak makanan yang enak2 untuk sang mertua tanpa wajah yang bersungut-sungut. Dan sudah barang tentu tak lupa ia menabur bubuk pemberian shinse. Tiap kali mertuanya memarahi dia kini dia diam saja tak membalas dan menuruti semua keinginan sang mertua karena menurutnya sebentar lagi saja penyiksaan ini akan berakhir. Sampai suatu ketika sang mertua mulai melunak dan justru malah berbalik arah menjadi begitu menyayangi menantunya. Sekarang justru sang menantu merasa bersalah dan berharap sang mertua masih bisa hidup lebih lama lagi.

Dengan harapan yang sama besarnya seperti waktu pertama kali datang, sang menantu mendatangi sang shinse untu meminta obat penawar racun yang diberikannya dulu. Sang shinse cuma senyum kecil sambil menggelengkan kepalanya dan mengatakan bahwa tidak ada penawar untuk bubuk yang dia berikan waktu itu. Sang menantu pun semakin histeris dan merasa menyesal karena sudah membunuh dan sebentar lagi tidak akan bertemu lagi selamanya dengan orang yang mengasihi dan dikasihinya. Dia sungguh2 menyesal, mengangkat tubuhnya, beranjak pergi dari tempat itu sambilmenitikan air mata.

Tepat di ambang pintu keluar sang shinse berkata: "Tak perlu bersedih, bubuk yang ku berikan padamu waktu itu adalah bubuk ginseng penambah energi. Tidak akan terjadi apa2 dengan mertuamu." Betapa senang dan gembiranya sang menantu mendengar hal itu. Ia pun pulang dengan sukacita dan makin hari makin mencintai mertuanya seperti ibunya sendiri.

Terkadang kita mau mencintai seseorang jika orang tersebut mau mencintai kita terlebih dahulu. Mencintai orang yang tidak sepaham dengan kita apalagi sampai bersikap kasar adalah tugas yang sangat berat. Tapi dalam hidup ini hukum duplikasi terjadi. Apa yang kita lakukan terhadap orang lain dengan cara yang sama pula lah mereka akan memperlakukan kita. Kapan mereka membalas perbuatan baik kita? Jangan diharapkan, karena kalo kita mengharapkan mereka membalas perbuatan baik kita di titik itulah kita sudah ga tulus. Kalo ga tulus yang ada malah sakit hati. Jadi pemahaman yang perlu diketahui adalah berbuat baik adalah mutlak, termasuk ke orang yang jahat sama kita.

Ini menjadi tantangan tersendiri juga buat saya. Sejujurnya saya sendiri belum bisa kaya gitu. Tapi coba bayangkan seandainya semua makhluk di bumi ini punya pemikiran seperti itu, pasti dunia ini penuh kedamaian. Ga ada perang, hasutan, kebencian, apalagi teroris.

Semoga...

NB: Padahal saya nulis ini sambil berusaha mengontol rasa benci saya, tapi terhadap yang hal lain (karena rasa benci yang saya bahas di atas udah ilang). Karena abis nonton link yang di kasi temen. Nanti akan saya ceritakan di artikel berikutnya.

Minggu, 08 Januari 2012

Song Huong Restaurant

Sekedar info buat mereka yang lagi melancong ke Melbourne. Bagi mereka yang doyan berburu makanan khas setuap daerah, ini dia ada satu restoran yang menyajikan masakan Vietnam, namanya Song Huong. Restoran ini cukup unik dari tempatnya yang terpisah. Maksud saya adalah restoran Song sendiri dan restoran Huong sendiri. Intinya antara restoran Song dan Huong terpisahkan tembok bak restoran saingan. tapi setelah kami sering makan di sana akhinya baru ntadar kalo ternyata dapurnya tuh jadi satu.

Kami dapet info restoran ini dari indung semang kami yang pernah makan di situ. Waktu kami baru menempati rumahnya, kami tanya dimanakah ada chinese restaurant? Sang indung semang langsung merekomendasikan Song Huong ini dan dia bilang dia lebih sering makan yang di Huong karena katanya masakannya lebih enak. Pernyataan inilah yang menyebabkan kami ga menyangka kalo Song Huong ini sebenernya dapurnya jadi satu. Jangan2 indung semang kami pun ga tau sampe sekarang mengenai hal ini. Dan, agak mengherankan memang kalo dapurnya sama kok masakannya bisa beda ya? Hahaha... Sugesti.

Setiap kali dateng ke Song Huong ini saya pribadi merasa seperti sedang berada di Vietnam, teringat lagi masa2 dimana saya dan istri bulan madu ke 3 kota di Vietnam. Sepertinya memang inilah budaya masyarakat Vietnam, duduk2, kumpul2, ngopi, ngrumpi dengan bahasanya yang sama sejali jauh dari kata 'mengerti'. Belum lagi cara mereka bicara yang cepat dan keras suaranya, wah bener bikin pengen mengulang lagi jalan2 ke Vietnam yang apa2 serba murah - karena perekonomiannya memang masih di bawah Indonesia.

Restoran Song Huong ini letaknya di suburb zona 2 Victoria, St. Albans. Dari kota Melbourne untuk bisa sampai ke St. Albans bisa naik kereta jurusan Sydenham/Watergardens yang memakan waktu kira2 35 menit tanpa macet, tanpa bau umbel, ataupun bau ketek kaya di busway Kalideres. Satu hal lagi, kalau mau naik kereta diharapkan jangan pada saat jam orang pergi dan pulang kerja (<9am dan 5-6.30pm) supaya sepanjang jalan ga berdiri karena ga kebagian tempat duduk. Ya walaupun masih ada space untuk berdiri, ga kaya di Indo, orang bisa naik kereta sampe duduk di atas gerbong. Dan lagi, ga perlu khawatir kereta nya tidak datang. Kalo udah ada di jadwal, pasti datang walaupun tetep ada kemungkinan telat.

Ketika anda mulai memasuki area St. Albans, anda akan langsung merasakan suasana Vietnam, walaupun isi penduduknya ga cuma orang Vietnam, tapi mayoritas yang tinggal di St. Albans adalah mereka yang berasal dari Vietnam tadinya. Karenanya St. Albans ini mendapat julukan The Little Saigon. Saigon adalah nama lain dari kota Ho Chi Minh, ibukota Vietnam sekarang sebelum berganti nama menjadi Ho Chi Minh. Dan Ho Chi Minh diambil dari nama seorang pejuang kemerdekaan / demokrasi di Vietnam.

Pada saat pertama kali mampir ke restoran Song Huong ini saya langsung shock dengan banyaknta jumlah menu yang ditawarkan. Ada 161 menu masakan dari sayuran, ayam, babi, sapi, kangguru, bahkan buaya juga. Menu ratusan membuat kami tertarik untuk datang lagi dan mencobai menu yang lain. Walaupun udah ada menu yang melekat di hati seperti Chiken salt and pepper, tapi rasa penasaran untuk mencicipi masakan yang lain seperti menu tiram no. 136 yang disajikan keliatan menggugah lidah untuk memproduksi air liur lebih banyak. Dan Broken Rice (nomornya lupa), saya ga tau menu ini nasi nya diapain. Tapi pas liat meja sebelah pas order sempet nglirik ada 2 telor mata sapi, satu daging yang penyajiannya seperti steak, dan satu lauk olahan berwarna putih, entah tahu atau otak2. Semua ditempatkan dalam satu puring besar.

Oya, saya lupa bilang kalo ukuran 1 porsinya di restoran Song Huong ini cukup besar bahkan bagi saya yang makannya masih lebih banyak dari istri. Malahan ada yang menurut saya isinya banyak banget. Yang jelas istri saya tiap kali makan di sini makanannya ga pernah dihabiskan, pasti sisa. Entah sisanya saya yang bantu habiskan atau bawa pulang, dibungkus. Yang pasti makan di sini kalo porsi makannya kecil, saran saya lebih baik jangan beli terlalu banyak macam supaya ga banyak juga yang tersisa.

Akhir kata, salam kuliner... Nikmati setiap kreasi makanan yang anda ciptakan. Seburuk apapun itu rasanya kata orang, itu tetap lah sebuah seni yang harus anda hargai sebagai penciptanya. Karena seni jadi enak atau ga enaknya masakan yang anda buat bersifat relatif. Berikut ini gambar2 yang sempat saya ambil untuk masakan2 yang pernah kami pesan, dan namanya sudah saya translet menggunakan bahasa saya sendiri supaya bisa lebih dimengerti:

Mi Babi Kuah Sambal Terasi


Bihun Goreng


Crispy Skin Chicken


Nasi Babi Asam Manis

   
Kwetiau Seefood
Chicken Salt and Pepper


Minggu, 01 Januari 2012

Rasa Pahit

Entah kapan bangsa ini bisa berubah. Tahun berganti tahun, waktu terus berlalu. Tapi tanda-tanda perbaikan sama sekali tidak terlihat. Rasa kecewa terus dipupuk oleh pemimpin-pemimpin bangsa ini. Pasti ada suatu hari nanti bangsa ini akan mengalami perpecahan lagi, seperti Timor Leste. Karena hukum tabur-tuai dalam hidup ini terjadi. Bangsa ini akan semakin kecil dan hanya terlihat seperti lepehan air liur di jalan yang besar.

Tahun sudah berganti, sia-sia rasanya kalau menyebutkan harapan-harapan yang diinginkan dari kemajuan bangsa. Seperti membuang energi percuma yang berakhir pada kekecewaan akibat goresan masa lalu yang membuat hati semakin kelu.

Sepertinya memang benar apa yang dikatakan Gus Dus ketika menjabat sebagai presiden bahwa orang-orang yang berdiskusi di dalam gedung DPR/MPR penuh dengan orang-orang yang korupsi, sehingga baik adanya jika lembaga tersebut dibubarkan. Benar juga kata orang-orang tentang pemilu, kita memilih pemimpin bangsa yang terbaik diantara yang terburuk. Kalau sudah menjadi yang paling buruk, kenapa kita harus memilih? Tidakkah lebih baik untuk tidak memilih ketimbang memaksakan diri seolah-olah mengharapkan salah satu dari yang terburuk itu untuk mengatur kita di 5 tahun ke depan? Ibarat membeli jeruk 1 kilo diantara pilihan berton-ton jeruk busuk dan tak berguna lagi. Untuk apa kita memaksa membeli? Kenapa kita tidak mencari toko lain saja yang menjual jeruk lebih baik? Untuk apa kita mempertahankan rasa cinta kita terhadap toko A yang pemiliknya dungu dan tidak pernah mau mendengarkan kritik?

Inilah yang menyebalkannya. Rasa cinta terhadap toko A ini yang menyebabkan kita tetap bertengger di sini dan mau dan rela berkorban demi perbaikan toko A. Rasa cinta ini membuat kita terlihat tolol, tapi rasa cinta ini pula sebenarnya yang membuat kita bisa bersatu. Jika memang pemilik dan karyawan toko memang tidak layak lagi diperhitungkan, kita saja sebagai pelanggan yang lakukan demi rasa cinta kita itu. Demi perbaikan di sana sini, demi kehidupan yang lebih baik. Demi memberikan yang terbaik untuk mereka para pelanggan toko setia lainnya.

Cukup sudah rasanya melihat saudara kita yang tinggal di tanah kaya raya – Irian Barat harus hidup lebih miskin ketimbang yang di pusat sana. Cukupi sudah pengeksploitasian uranium yang dilakukan Freeport dengan judul penggalian emas. Jika memang Malaysia tertarik untuk berperang dengan kita, kenapa tidak diladenin? Dari lagu, tempe, cendol sampai pulau-pulau penuh tambang mau disabotase. Indonesia – negara kaya raya, bukan hanya dari hasil tambangnya saja melainkan pariwisata, seni, budaya, sejarah, dan manusianya yang berbudi luhur, cukup bagi saya untuk membakar semangat dalam hati yang tak tersalurkan untuk mengembalikan keadaan.

Saya yakin Indonesia masih punya banyak putra-putri bangsa yang berkualitas yang mau sampai terengah-engah dan separuh nafas untuk memperjuangkan sesamanya yang bertaburan tidak mampu tidur, makan, dan hidup dengan layak. Karena sepertinya memang lebih baik kita bergerak sendiri daripada mengharapkan mereka yang di atas sana berubah haluan dan menerima kritik/saran kita.

“Ketika seseorang merasa dirinya benar, sudahi berdiskusi dengannya. Diskusi – yang mampu memberikan solusi – akan berubah menjadi debat. Sejak dulu tidak ada yang namanya debat memberikan solusi.”

Tahun Baru di Flinder Street

Malam tahun baru yang super gila baru saja saya dan istri lewati. Capek ati, capek badan. Capek ati soalnya saya udah bela2in langsung meluncur dari tempet kerja ke tempet kami janjian, eh malah ga ketemu. Padahal hanya selisih tembok berjarak kira2 2 meter. Alhasil kami liat kembang api di tempat yang sama tapi spotnya doank yang berbeda. Kami ga bisa ketemuan gara2 manusia yang mendiami sekitar area tempat kami janjoan idah kaya semut, buuuaaannnyyyaaakkk banget, jadi kami pun kesulitan untuk bergerak apalagi berpindah-pindah spot. Capek badan, pasalnya saya dan Kristina sama2 baru pulang kerja. Maksud hati menghibur diri dengan nonton kembang api berdua, eh jadinya malah sendiri2.

Acara Kembang api selesai ga semerta-merta kami langsung bisa ketemu. Ada masalah baru sebelum kami bisa saling ketemu. Semua penonton yang tadinya bwrtaburan di jalan kaya semut itu mendadak kompak masuk ke stasiun Flinder street dimana kami nonton kembang api bareng yang hanya terpisahkan jarak 2 meter. Kalo sinyal hp bisa aktif waktu itu, untuk bisa saling ketemu adalah perkara mudah. Sialnya sinyal hp pun tulisannya "Searching..." melulu.

(Gambar diambil dari depan stasiun Fllinder Street)

Alhasil kami baru bisa ketemu setelah 1 jam 15 menit dan untuk memgobati kecewa hati kami karena ga bisa liat kembang api bareng, kami berfoto-foto dulu di spot yang tadinya penuh sesak dengan manusia. Ya lomayan lah daripada loe manyun. Dengan berdiri di tengah jalan berlatar belakang stasiun tertua di melbourne, Flinder Street Station.

Sekian berita ini saya kabarkan langsung setelah saya sampai rumah dan menjelang tidur (4.20 am). Menceritakannya langsung supaya masih anget beritanya. Kalo anget kan bacanya juga enak. Kalo enak pasti nambah. Kalo nambah berarti doyan. Kalo doyan besok pasti berkunjung lagi. Kalo berkunjung lagi lama2 jadi langganan, ya kan? ( ngomongin apa sih ini).

Sekali lagi Selamat Tahun Baru 2012. Semoga tahun ini kita bisa menemukan jati diri kita dan mengejarnya sampe ke ujung bumi sekalipun supaya hidup ini terasa indah dan penuh warna dan kita bisa menikmati hidup yang cuma "numpang lewat" ini. Selamat berkarya. Menabur lah lebih banyak supaya besar kemungkinanmu mendapatkan tuaian yang berkualitas... Happy New Year 2012!

Sabtu, 31 Desember 2011

Malam Tahun Baru Pertama

Tak ada yang lebih pelik dari apapun ketika kita melihat orang lain bersenang-senang sementara kita sendiri merasa sengsara menjalani hidup ini. Di masa2 natal dan tahun baru seperti ini biasanya para pekerja cenderung libur dari kerjaan atau rutinitas mereka. Tapi ada beberapa dari mereka justru harus bekerja. Kalo dulu membayangkan disaat orang lain liburan sementara saya harus masuk kerja, hanya demi gaji sebulan, itu pun ga cukup untuk kebutuhan sehari2 (alias depisit) rasanya ngenes banget hidup ini. Tapi sekarang justru aneh. Sama-sama harus masuk kerja di waktu orang2 menikmati liburan tapi perasaannya berbeda jauh, justru saya senang harus bekerja. Masih saya tela’ah lebih dalam lagi, saya juga bingung sebenernya saya senang dengan pekerjaannya (tukang cuci piring) atau saya senang dengan gajinya?

Memang ada perbedaan yang jauh pekerjaan yang saya jalankan waktu di Indo dengan pekerjaan di sini. Dulu di Indo kalo pulang kerja muka bawaannya udah stres aja. Di tempet kerja stres, pulang kerja juga masih stres karena masih mikirin kerjaan yang belom kelar itu dan harus dilanjutkan lagi besok paginya. Bahkan saya ga jarang saya harus merelakan jam tidur saya dikurang dengan datang ke kantor lebih pagi dan pulang lebih larut hanya demi menyelesaikan kerjaan closing pembukuan.

Sementara di sini dengan profesi yang jauh dari kata glamornya karir, justru jauh dari kata STRES. Saya sangat menikmati pekerjaan ini, apalagi berat badan saya bisa turun 6 kilo tanpa harus pergi fitnes atau jaga makan. Dan 1 hal lagi yang membedakan tapi dari sudut pandang yang sama, setelah pulang kerja dari kerjaan ini justru malah happy dan ga perlu mikirin lagi kerjaan yang ditinggalin itu nasibnya gimana. Hukum alkitab berlaku di sini, perkara hari ini ya untuk hari ini aja. Perkara besok ya lain lagi dan ga perlu dipikirin sekarang karena perkara besok setelah dilewati ya udah selesai.

Makanya walaupun saya harus bekerja di malam pergantian tahun begini, hati tetep seneng walaupun beberapa orang menilai kok kayanya ngenes banget. Kalo dulu waktu kerja di Indo saya selalu melewati malam tahun baru dengan tidak bekerja. Entah kumpul bersama keluarga, atau kalo lagi males ya tidur aja di rumah, ga ikutan begadang. Tapi yang sekarang dimana saya harus melewati malam tahun baru di dapur sambil cuci piring (untuk pertama kalinya) justru malah memberikan sensasi tersendiri dan pengalaman baru.

It’s a nice experiance. Selamat tahun baru untuk semua manusia yang masih memiliki semangat hidup. Semoga tahun depan ada kehidupan yang luar biasa menanti kita. Semangat saya semakin berkobar untuk masuk ke tahun 2012, tahun yang penuh kejutan, pengalaman, dan tantangan hidup... Dan buat yang kehilangan semangat hidup, cobalah renungkan apa yang anda inginkan dalam hidup ini. Kejar itu, jadikan resolusi dan wujudkan di tahun 2012.