About Me:

Saya adalah seorang manusia gila yang terlalu banyak uneg-uneg & obsesi yang belom tercapai. Sebagian orang menilai saya adalah orang yang sedang mencari jati diri. Pernyataan tersebut hampir betul dikarenakan sedikitnya waktu bagi saya untuk menemukan apa yang saya benar2 inginkan dalam hidup ini. Tak ada ruang untuk berekspresi, berkreasi, dan menjadi gila di dunia yang naif ini. Alhasil, terciptalah saya sebagai pribadi yang terkesan eksplosif, dableg & sering keluar dari jalur. Kebahagiaan & kesenangan yang saya rasakan pun terkadang tidak pernah bisa dibagikan dengan orang lain, padahal Chistopher McCandless berpesan di akhir hayatnya: "Happiness only real when it shared". Untuk itulah blog ini tercipta, ga masalah orang2 yang baca mo menanggipnya atau tidak, ga masalah jika para pembacanya menjadi antipati atau termotivasi karena topiknya, yang penting saya sudah berbagi supaya ada sedikit cahaya kebahagiaan dalam hidup saya ini.

Selasa, 12 Juni 2012

Phillip Island


Maru Koala Park : MKP
Jalan2 kali ini kami menjambangi sebuah pulau yang masih dalam teritori Victoria, namanya Philip Island. Pulau yang bentuknya seperti ikan lumba2 ini berada di sebelah selatan Victoria. Sebenernya banyak sekali hal2 yang bisa dikunjungi di Philip Island ini, salah satunya ada pabrik coklat. Kita bisa liat seperti apa didalam pabrik coklat tersebut. Dan ada beberapa tempat lainnya yang menarik juga. sayangnya saya ambil tour yang setengah hari jadi hanya 3 tempat saja yang kami kunjungi.

Kami sekali lagi pake travel agent yang sama, Extra Green, dimana sopir yang sekaligus guide nya adalah orang yang sama waktu kami pergi ke Great Ocean Road, dia ga bisa bahasa inggris. Ya itung2 biar familiar dulu lah sama bahasa mandarin, jadi nanti kalo ada niat mo belajar mandarin, otak ini bisa cepet belajarnya, hehehe...

MKP: Di bawah Koala
Untuk bisa nyebrang ke Philip Island kami harus melewati jembatan. Kalo di lihat di peta memang jarak antara Philip Island dengan benua Australia cukup jauh, seolah2 harus pake kapal Ferry. Tapi ternyata penghubung pulau ini hanya sebuah jembatan yang jaraknya pun ga jauh. Memang, kadang jarak pandang peta bisa menipu.

Kunjungan pertama dari perjalanan kami kali ini adalah Maru Koala Park yang terletak di Queensferry Road dan kami belum menyeberang ke Philip Island lho. Namanya memang pake Koala tapi bukan berarti isinya Koala semua. Tempat ini mirip seperti Kebun Binatang mini, yang hanya menampilkan binatang2 yang berhabitat di benua Austalia. Nah, orang2 pada umumnya kalo ditanya “apa binatang khas Australia?” Mereka pasti jawabnya kalo ga Koala ya Kangguru, Cuma 2 itu aja. tapi sebenernya ada 1 lagi binatang khas Australia yaitu Tasmanian Devil. Kita taunya karakter hewan ini Cuma dari film kartun, tapi sebenernya hewan ini bener2 ada. Kenapa hewan ini dinamakan Tasmanian Devil? Karena hewan ini habitat pertama kalinya di pulau Tasmania, pulau paling selatan dari teritori Australia. Pulau yang sedikit lagi ke selatan, 2-3 kali koprol lagi sampe ke Kutub Selatan. Hehehe, bo’ong deng. Sebenernya masih jauh kalo mo ke Kutub Selatan dari Tasmania Island. Tapi intinya pulau ini memang berseberangan dengan Kutub Selatan.

MKP: Kambing gunung, Keledai, Lama
Ok, balik lagi ke hewan2 di Maru Koala Park. Masih seputar Tasmania Devil. Besaran hewan ini kurang lebih sebesar kucing dewasa, warnanya hitam. Perhatikan baik2 gambarnya, jadi kalo ketemu di jalan sebaiknya menghindar, karena hewan ini sama seperti yang digambarkan di kartun, agresif, bisa melompat, dan carnivora alias pemakan daging. Bedanya Cuma kalo yang di kartun Tasmanian Devilnya pemakan segala, termasuk meja, kursi, furniture, panci, kaleng, dan selalu merasa lapar.

MKP: Main bareng Kangguru albino
Merak dan Kasuari juga salah satu hewan yang berhabitat di Australia. Kenapa bisa? Padahal waktu kecil kita belajar kalo hewan ini adalah hewan khas Papua? Awalnya saya berpikir begitu dan berpandangan miring tentang Australia yang mengambil hewan khas Indonesia dan menambahkannya dalam list hewan2 yang berhabitat di Australia. Tapi lambat laun logika pun jalan. Merak dan Kasuari, hewan ini pastinya sudah ada dari ratusan tahun lalu, dan kalo melihat dari letak pulau Papua dengan benua Australia yang berdekatan, ada kemungkinan kedua daratan ini dulunya menyatu. Karena bisa dilihat juga dari penduduk aslinya, suku Aborigin dan suku yang tinggal di Papua. Perawakan mereka persis, mirip, jiplak.

MKP: Ini dia yang namanya Wombat
Di Maru Koala Park ini kami juga melihat ada Kambing Gunung, binatang yang menjadi inspirasi istri saya untuk datang ke Eropa (sepertinya masih dalam list impiannya), Keledai, dan Lama. Saya kurang tau Lama ini jenis binatang apa. Tapi dari perawakannya hewan ini mirip Unta, tapi tak berpunuk. Tingginya sebesar keledai atau lebih pendek dari Unta. Di sini juga ada Burung Unta, yang kalo di film  kartun yang sama (yang menghadirkan karakter Tasmanian Devil juga) hewan ini digambarkan larinya sangat kencang dan bunyinya “bib... bib...” dan selalu jadi incaran makan siang serigala yang tiap kali itu pula dia gagal untuk menangkapnya. Btw, jangan2 film kartun tersebut produksi Australia, soalnya hewan2 nya kok hewan yang tinggal di Australia semua ya?

MKP: Tasmanian Devil
Di Maru Koala Park ini kita bisa berpose bareng dengan Kangguru. Dengan memancing mereka dengan makanan. Oya, di sini dijual juga makanan buat si Kangguru, sepertinya makanannya mirip2 rumput, tapi kenapa harganya $5, mahal juga ya? Mungkin saya salah liat.

Nah, binatang satu ini ga ada di Indo, tapi ada di negara lain seperti China. Namanya Wombat, saya coba translet di google tapi ga keluar artinya. Jadi saya ga tau binatang ini dalam bahasa Indo. Sepertinya Wombat, Tasmanian Devil dan Tikus masih satu genus ya? Kok bentuk moncong mereka mirip. Kata temen kerja saya yang dari China, Wombat di negaranya dimakan lho. Bahkan katanya kucing pun di sana dimasak, wow, mengerikan. Saya sekarang sebenernya lagi laper, tapi kok ga selera ya membayangkan kucing atau wombat ini dimasak.

Churchill Island : CI
Kunjungan ke dua kami mengunjungi Churchill Island, pulau kecil di sebelah utara ekor “si lumba2”. Penduduk asli dari pulau ini disebut Bunurong, kalo tidak salah ini adalah nama suku dari Aborigin. Orang2 Bunurong menamakan Churchill Island ini Moonahmia. Ada legenda kuno tentang tempat ini, dulu ada satu pohon yang unik tumbuh di tempat. Uniknya seperti apa, saya tidak tau, karena tidak ada penjelasan lebih lanjut tentang keunikan yang dimaksud orang2 Bunurong. Tapi orang2 Bunurong mulai menyembang pohon ini sebagai Tuhan mereka, pohon yang sakral. Bentuk duplikasi dari pohon tersebut digambarkan seperti sepasang kekasih yang sedang memadu kasih yang menceritakan tentang kisah cinta yang terlarang.

CI: Milking Cow
Di Churchill Island ini ada banyak atraksi yang bisa kita liat sayangnya karena cuaca waktu itu hujan jadi tidak semua atraksi dipertontonkan. Atraksinya misalnya seperti bayi sapi yang lagi nyusu, cara membuat tapal kuda dan perkakas besi lainnya, Working Dogs (sepertinya ini nonton anjing menggembalai domba), atraksi cambuk dan bumerang, dan mencukur domba.

Di Churchill Island ini juga ditampilkan rumah2 penduduk pada jaman itu, pada saat mesin pemanas ruangan belum ditemukan dan mereka hidup dengan perapian, ruang makan, kamar tidur dan ruang minum teh, perkakas, alat bajak sawah, semuanya kuno. Suasana di sini sangat nyaman, seperti kembali ke masa di film2 barat kuno yang tinggal di pedesaan.

CI: Domba setelah dicukur bulunya
Kunjungan ke tiga adalah Koala Conservation Centre. Kali ini tempat yang kami kunjungi adalah total isinya koala semua. Tempat ini mulai dibuka sejak Desember 2009 yang bertujuan untuk membudidayakan koala dan memberikan informasi kepada masyarakat tentang koala. Sejak datang ke sini saya baru tau sebenernya Koala itu berkantong juga. Tapi saya ga tau letak kantongnya dimana (di celana bagian belakang atau dada kiri). Dan saya juga baru tau kalo bayi Koala besarnya kira2 1,5 ruas jari kelingking. Di tempat ini kita bisa dengar suara2 koala seperti apa. Ada suara bayi koala yang baru lahir, ada juga suara koala yang menolak untuk dikawini.

CI: Suasana pedesaan
Di tempet konservasi ini kami diminta untuk ga berisik, menyentuh Koala, apalagi menggoncang2 pohon dimana Koala sedang berhuni. Larangan tersebut tujuannya adalah supaya para pengunjung jangan mengganggu koala, karena konteksnya adalah kita yang bertamu, jadi harus sopan dan menuruti tata krama sang empunya habitat. Memfoto koala sebenernya butuh kesabaran dan ekstra waktu kalo mau dapet gambar koala yang sedang beraktifitas. Karena dalam sehari hewan penyendiri ini menghabiskan 20 jam hanya untuk tidur. Apalagi kalo musim dingin dan lagi hujan, wah bisa selamanya koala Cuma duduk doank di pohon. Jadi sebagian besar koala yang kami liat di sini sedang tidur. Kecuali yang di dalam aquarium, kualanya bisa bergerak dan ngedipin mata, karena koalanya robot, hehehe.

CI: Ketika si domba lagi dicukur
Di tengah perjalanan menuju tempat terakhir, kami dikasi 1 bungkus per orang entah apa sebutnya. Bungkusan ini mengandung bubuk2 salah satunya bubuk besi dan kapur yang kalau saling bergesek akan memunculkan panas. Karena cuaca mulai mendingin, bungkusan ini memang sangat membantu untuk menghangatkan kami.

Tempat terakhir atau keempat saya ga tau nama tempatnya, tapi nama aktifitas yang kami jambangi kali ini disebut Penguin Parade. Seperti namanya tujuan terakhir kami ini memang menyaksikan parade pinguin yang pulang dari mencari makan di laut. Penguin Parade memang harus ditempatkan dikunjungan terakhir karena situasi dan kondisi pinguin yang kembali pulang ke rumah mereka pada saat matahari mulai terbenam. Karena kedatangan kami pada waktu itu pada saat winter (musim dingin) jadinya pinguinnya pun pulang lebih awal, karena matahari terbenam lebih awal juga.

CI: Suasana perapian di dalam rumah
Sangat disayangkan, kami sama sekali tidak diperbolehkan untuk mengambil gambar dengan kamera. Handphone pun sama sekali ga diijinkan keluar dari kantong dikarenakan hewan sensitif ini sama sekali tidak nyaman dengan blitz dari kamera ataupun lampu dari handphone. Terbukti keseriusan penerapan peraturan tersebut adalah dari adanya para petugas yang selalu memperhatikan para pengunjung sepanjang track menuju ke pantai yang memang sudah disiapkan untuk menyaksikan para pinguin kembali dari laut. Tepat di depan pantai sudah ada kursi yang dibuat dari semen/beton yang mirip seperti kursi2 di stadion bola di Indo untuk kelas ekonomi yang membentuk seperti anak tangga yang makin menjulang ke bawah. Keseriusan para petugas terlihat lagi ketika tepat kami menyaksikan para pinguin kembali dari laut, mereka menyaksikan kami para pengunjung dari bawah, apakah ada yang terlihat menyalakan lampu. Jika memang ada, pengunjung tersebut akan segera diminta untuk menghentikan tindakannya supaya tidak memunculkan cahaya yang akan menakut-nakuti para pinguin.

CI: Ruang makan jaman dulu
Sebenernya di luar bayangan saya tentang pinguin yang mau saya liat di Philip Island ini. Saya kira pinguin2nya bisa setinggi paha atau setidaknya mungkin lutut. Tapi yang ada justru pinguin2 ini kontet sekali, kira2 tingginya hanya 1,5 jengkal tangan. Cara mereka melenggak-lenggok sangat terlihat lucu dan imut, terutama pada saat salah satu dari segerombolan pinguin merasa penasaran pada suara2 yang mengomentari mereka dari kegelapan. Ketika menghentikan langkahnya untuk mencari tau biasanya si pinguin udah tertinggal dari gerombolannya. Pada saat rasa takut tertinggal dari gerombolan semakin besar ketimbang rasa penasarannya, pinguin tersebut mempercepat lenggak-lenggoknya seolah2 ketakutan gerombolannya akan meninggalkan dia. Dan ternyata suara pinguin ampir mirip sama suara bebek lho.


Koala Conservation Centre

KCC: Bayi koala




2 komentar:

Anonim mengatakan...

Halo Setiap tubuh,

Nama saya adalah Ibu Monica Roland. Saya tinggal di London Inggris dan saya seorang wanita senang hari ini? dan saya mengatakan kepada diri saya bahwa setiap pemberi pinjaman yang menyelamatkan keluarga saya dari situasi kita miskin, saya akan merujuk setiap orang yang mencari pinjaman kepadanya, dia memberi saya kebahagiaan bagi saya dan keluarga saya, saya sedang membutuhkan pinjaman sebesar $ 250,000.00 untuk memulai hidup saya seluruh karena saya seorang ibu tunggal dengan 3 anak-anak saya bertemu takut orang yang jujur ​​dan ALLAH pemberi pinjaman yang membantu saya dengan pinjaman Dolar AS $ 250.000,00, ia adalah seorang ALLAH takut, jika Anda membutuhkan pinjaman dan Anda akan membayar kembali pinjaman silahkan menghubungi dia katakan padanya bahwa Ibu Monica Roland yang merujuk Anda kepadanya. hubungi Mr Mr James Tulang melalui email: (bestloansfinance02@gmail.com)

Petter Sandjaya mengatakan...

Thanks Ms. Roland for the loan information. Looks like u are using translate google. Anyway, do u have any condition for people who needs the loan? Any website i can read? I don't want to contact the email u mentioned above because that isn't ur email.