About Me:

Saya adalah seorang manusia gila yang terlalu banyak uneg-uneg & obsesi yang belom tercapai. Sebagian orang menilai saya adalah orang yang sedang mencari jati diri. Pernyataan tersebut hampir betul dikarenakan sedikitnya waktu bagi saya untuk menemukan apa yang saya benar2 inginkan dalam hidup ini. Tak ada ruang untuk berekspresi, berkreasi, dan menjadi gila di dunia yang naif ini. Alhasil, terciptalah saya sebagai pribadi yang terkesan eksplosif, dableg & sering keluar dari jalur. Kebahagiaan & kesenangan yang saya rasakan pun terkadang tidak pernah bisa dibagikan dengan orang lain, padahal Chistopher McCandless berpesan di akhir hayatnya: "Happiness only real when it shared". Untuk itulah blog ini tercipta, ga masalah orang2 yang baca mo menanggipnya atau tidak, ga masalah jika para pembacanya menjadi antipati atau termotivasi karena topiknya, yang penting saya sudah berbagi supaya ada sedikit cahaya kebahagiaan dalam hidup saya ini.

Selasa, 13 September 2011

Hoki banget sih, loe, pengungsi!

Mungkin ga banyak orang tau atau mungkin saya nya yang sok tau, orang2 di aussie isinya ras apa aja sih? Misalnya aja ipar saya sendiri baru tau kalo ternyata orang indo di sini tuh banyak banget, sampe sangkin banyaknya ada begitu banyak komunitas yang mengatas-namakan orang indo. Dari perkumpulan indo dari segi agama aja bisa ada 5 komunitas (Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Budha), belom lagi perkumpulan pelajar, karyawan, pegawai negeri, dan masih banyak lagi.

Tapi dari semua komunitas itu sebenernya berfungsi sebagai wadah tempet kita para pendatang yang ga tau harus memulai dari mana di negeri orang yang sama sekali beda budaya. Mungkin ada yang keterbatasan bahasa dan teknologi sehingga kurang mendapatkan informasi yang bisa menunjang profesi yang sedang dijalankan sekarang. Informasi seperti lowongan pekerjaan, ataupun komunitasnya itu sendiri sebenernya sangat membantu mengatasi phobia/ketakutan di negeri orang ini.

Dari begitu banyaknya komunitas orang2 indo, harusnya bagi mereka yang sedang merantau ke aussie pastilah merasa terbantu dan beruntung. Mereka bisa berkarir maksimal, informasi pun bisa didapat dengan mudah. Tapi ga ada yang lebih beruntung dengan orang2 yang akan saya sebut berikut ini.

Kata temen sekolah dulu, kalo mo liat orang2 di suatu negara itu seperti apa aja rasnya kita bisa liat dari tim sepakbolanya. Kalo isinya bule2, ya itulah mayoritas masyarakatnya. Gitu juga kalo tim yang isinya orang2 item mayoritas penduduknya adalah orang2 item juga. Tapi di aussie ini ada yang beda. Memang betul mayoritas penduduknya adalah orang bule (karena tim sepakbolanya semuanya orang bule), tapi banyak juga ditemukan orang2 non bule, seperti asia dan afrika. Jadi udah mirip kaya Indonesia, mayoritas penduduknya orang melayu, tapi banyak juga ditemukan orang chinese yang tinggal di situ.

Nah orang2 asia dan afrika itu dari mana aja? kenapa mereka bisa tinggal di sini? Apa yang mereka kerjakan? Langsung aja ke intinya, mereka adalah para pengungsi. Ini yang saya maksudkan kenapa mereka lebih beruntung ketimbang orang2 indo yang bisa mendapatkan komunitas yang mampu memenuhi kekurangan mereka ketika merantau ke sini. Umumnya mereka berasal dari Vietnam, Burma, Malaysia, dan negara2 Afrika seperti Nigeria, Angola, Zimbabwe, dll. Intinya negara2 yang sedang dilanda perang, kelaparan, ataupun kemiskinan, Australia melancarkan kerjasama dengan negara tersebut untuk menampung penduduk2nya.

Awalnya saya pikir itu sebuah kerjasama gratis dan tanpa imbalan tapi setelah baca berita baru2 ini bahwa Australia baru saja menandatangani perjanjian kerjasama MOU untuk para pengungsi di negara Papua New Guinea (Papua Timur). Australia akan menampung setiap penduduk dari sana dan tinggal di aussie sebagai warga negara. Sebagai gantinya Australia diperbolehkan meneliti dan mengeksploitasi (bahasa kasarnya) semua satwa yang ada di Papua Timur. Berita tersebut menuliskan bahwa sebelumnya Australia harus menolak penawaran MOU yang sama untuk 40.000 pengungsi dari Malaysia. Ga disebutkan kenapa Malaysia bisa punya pengungsi (atau mungkin disebutkan tapi berhubung bahasa inggris saya lambretto alias lemot jadinya maap kata nih, artikelnya kurang informatip, hehehe) tapi yang pasti pengungsi asal Malaysia untuk saat ini ga bisa masuk aussie dulu.

Nah, bisa dibayangkan tuh, berapa banyak orang pengungsi yang udah ditampung sama Australia? Sampe2 ada daerah2 yang karena mayoritas penduduknya adalah berasal dari suatu negara ungsian itu udah kaya negara bagian tersendiri, misalnya aja daerah St. Albans yang isinya orang2 asal Vietnam, sampe2 udah disebut sebagai Little Saigon. Ada juga daerah Sunshine yang dihuni oleh mayoritas orang2 kulit hitam.

Berapa banyak tuh orang2 yang non bule yang tinggal di sini? Buuuuaaaannyak banget. Tinggal di sini udah kaya tinggal di satu negara dengan 1.000 bahasa. Banyak ragam, banyak cincong, banyak bacot yang saya ga ngerti. Betapa mereka beruntung sekali, mereka mengungsi ke sini tanpa dibekali kemampuan yang memadai. Bahkan mungkin beberapa diantara mereka banyak yang buta huruf (kaleee...) Sementara itu temen2 dari Indo yang berjuang mati2an demi bisa Permanent Resident (baru PR lho, belom ngajuin warga negara) di sini banyak banget yang bertaburan “di jalan” gara2 di tolak.

Tau sendiri, ngajuin PR sekarang semakin dipersulit:
  1. Harus minimal 5 tahun pengalaman kerja di bidang yang masuk daftar occupation yang dibutuhkan pemerintah aussie.
  2. Pada saat mengajukan tidak sedang menganggur ataupun ganti profesi.
  3. Poin bahasa inggris minimal 7; saya aja masih 5 dan itu ngerasanya kaya sebuah mukjizat.
  4. Umur harus di bawah 30, kalo di atas 30 nilai bahasa inggrisnya harus lebih tinggi lagi.

Sebel campur keki juga sih kalo ngeliat mereka yang ga punya kemampuan tapi kok bisa punya mobil, rumah, fasilitas kesehatan dibayarin pemerintah sini, dll deh. Padahal saya berani taruhan dah kalo ditandingin sama mereka2 yang datang ke sini skill saya jauh lah di atas mereka. Yah, ga usah jauh2 lah, koki di restoran tempet saya kerja aja udah Permanent Resident, padahal bahasa inggrisnya katrok banget dah, ancur abis (tapi bedanya koki di resto tempet saya kerja ini orang Bali bukan pengungsi, ;p). Sama sekali ga bermaksud menyombongkan diri tapi inilah isi hati seorang yang sedang iri hati. Mereka yang kurang berkualitas kok begitu mudahnya untuk bisa tinggal di sini. Sementara mereka yang berkualitas seringnya kesulitan untuk memenuhi standar pemerintah aussie.

Pic from here
Huh, gimana sih sebenernya pola pikir pemerintah aussie tuh? Ini benua sebenernya mo diisi orang2 berkualitas atau para pengungsi yang mentalnya mental perang? Apalagi saat ini pemerintah aussie lagi meributkan tentang rencana mereka untuk menaikkan tarif pajak Karbon (pajak atas pencemaran udara, misalnya pabrik) padahal pencemaran udara di Australia hanya 0.05%. Sebagai perbandingannya contoh aja New Delhi – India yang menempati posisi ke-6 kota terpolusi di dunia menyumbang 13%. 

Yach, beginilah ciri2 orang sirik. Ada yang bilang sirik tanda tak mampu. Tapi mungkin itu benar, mungkin saya tidak mampu, atau mungkin lebih tepatnya belum layak tinggal di sini? Karena mereka para pengungsi itu lebih layak untuk bisa tinggal nyaman di sini ketimbang di negaranya yang perang dan kelaparan. 

Jumat, 26 Agustus 2011

Uangnya Dikembali'in, kok...

Belum lama ini saya baru aja beli sepatu yang layak dan sesuai dengan profesi saya sebagai tukang cuci piring di restoran. Mengingat restoran rentan sekali dengan lantai yang basah dan berminyak, jadi sebelum jidat ini benjut gara2 kepleset saya memutuskan untuk membeli sepatu yang memang sesuai pada medannya. Terpilihlah merek Blacksmith setelah berdiskusi dengan staff Big W (salah satu supermarket besar yang menjual kebutuhan sandang).

Tapi setelah pemakaian beberapa hari, saya udah 2 kali kepleset gara2 sepatu ini. Sementara sepatu sebelumnya yang solnya aja udah ga jelas bentuk apa, belom pernah kepleset. Kepleset yang terparah adalah pada saat 1 minggu yang lalu saya kepleset di tangga dan jatuh dari atas sampe bawah. Semua yang makan pada ngeliatin prihatin, semua pada nanya saya kenapa2 ga? Baik yang ada di lt.2 maupun yang di lt.1, karena bunyinya aja udah kaya meteor jatoh dari langit, buk... buk... buk... Harus saya akui, badan saya ga imut. Belom lagi cendol yang saya bawa, semuanya tumpah ke muka. Pertanyaannya kenapa ke muka ya tumpahnya? Ada banyak kemungkinan arah cipratan cendol itu, tapi kenapa harus muka saya? Alhasil, saya bangun dari insiden kepleset itu dengan muka penuh cendol dan rambut penuh santen dan es.

Dari kejadian ini Kristina langsung berinisiatif mengkontak Big W via email yang menyatakan minta uangnya dikemablikan karena di kardus sepatunya tertulis uang bisa dikembalikan kalo konsumen ga puas dengan sepatu tersebut. Kalo seandainya pihak Big W nya minta bukti, saya punya bukti kuat. Yang pertama tentunya video rekaman di restoran waktu saya jatuh, pastinya sangat kuat. Belom lagi memar biru di paha dan kaki saya, muantap punya dah.

2 hari setelah email tersebut dikirim, ternyata Big W kirim email juga ke produsen sepatunya dan ternyata ga disangka2 produsennya adalah Bata dan Kristina di Cc juga. Besokan harinya Store Manager Big W nya telpon kalo sepatunya bisa di kembaliin dan uangnya dikembaliin juga utuh dengan bawa struk pembeliannya. Dan hari ini saya udah kembaliin sepatunya, tanpa harus ketemu sang Manager dan Cuma tinggal menjelaskan duduk perkaranya sama karyawan yang lagi bertugas pada waktu itu, dicek2 sebentar, calling2 juga sebentar sama temennya yang di gudang kali, dan saya tinggal kasi struk pembeliannya abis itu... Selesai, uangnya dikembaliin.

Wow, gampang banget yach? Enak banget. Konsumen bener2 dianggap kaya raja. Ga kaya di negara mana tuh ya, belom beli aja udah di kasi Peringatan: “Pecah berarti membeli” atau kalo ga “Barang yang sudah dibeli tidak dapat ditukar/dikembalikan”

Rabu, 24 Agustus 2011

17an di Melbourne

Kedubes tampak depan

Hari sabtu lalu 20 Agustus 2011 saya menyempatkan diri hadir ke perayaan 17an di Melbourne yang kebetulan diadakan di Kedubes Indonesia di sini. Motivasi pertama adalah pengen tau Kedubes Indonesia tuh ada di sebelah mana, jadi kalo terjadi apa2 besok2 bisa dengan segera meluncur ke sana tanpa perlu ngerepotin Si Mbah Google. Motivasi ke dua adalah pengen tau seberapa besar antusias orang indo terhadap acara ini. Dan motivasi ke tiga adalah pengen ikutan lomba, soalnya umur segini udah ga pernah dapet kesempatan lagi untuk merasakan sport jantung pada waktu lomba.

Motivasi pertama terlaksana, karena saya berhasil sampai di tempat dengan selamat sentosa tanpa kekurangan suatu apapun kecuali kalori dan lemak dalam tubuh karena saya harus sedikit berjalan kaki dari tempat pemberhentian trem. Tepatnya alamatnya ada di 72 Queens Road, Melbourne. Awalnya saya pake nyasar dulu saya kira hotel yang saya masuki itu adalah Kedubes Indo, soalnya di halaman depan hotel terpajang bendera 5 negara. Bodohnya saya ga ngecek dulu ada ga tuh bendera indo, saya maen nyelonong masuk aja, eh pas di dalem, lho... Bagus bener lobi nya, kaya hotel. Eh, taunya emang hotel... Wkwkwkwk...

Motivasi kedua terjawab. Menurut saya yang dateng termasuk sedikit sekali mengingat saya kerja di restoran indo dan minimal ada lah muka2 orang indo yang saya apal. Tapi pas sampe sono muka indo yang saya kenal Cuma 2 orang. Yang pertama, ibu2 yang udah beranak 1 tapi selalu berpakaian seksi kemana pun dan dimana pun berada. Kayanya suaminya bule kaya, soalnya anaknya keliatan banget bulenya dan dia keliatannya ga punya kerjaan, (hihihi ngomongin orang!). Yang kedua temen kerja di restoran.

Motivasi ketiga tercapai. Saya sempet ikutan lomba balap karung dan tarik tambang. Walaupun nyaris aja menang untuk lomba balap karung, sayangnya pas udah mo finis eh, malah kepleset, emang belom jodoh. Padahal hadianya boneka Koala yang kalo beli di toko oleh2 kira2 $5-7 / biji.

Tahun depan kalo seandainya masih bisa balik lagi ke sini harus dateng lebih awal biar bisa ikutan lomba makan kerupuk sama masukin pensil dalam botol. 

Jumat, 19 Agustus 2011

Koran MX


Ini dia koran aneh tapi nyata. Baru kali ini liat koran yang mereknya sama, di tanggal yang sama, dengan topik yang sama, tapi cover nya beda. Hahaha... Tapi maap, baru di posting sekarang soalnya ga punya waktu untuk ngeblog karena harus kerja. Kocak banget nih koran. Namanya koran MX, koran yang udah punya nama dan terkenal banget lah di kalangan para penghuni Melbourne. Koran 24 halaman ini biasa dibagi2in gratis di stasiun2 City Loop di Melbourne, Flinder Street Station, Parliament Station,  Melbourne Central Station, Flagstaf Station, dan Southerncross Station.

MX ini sebenernya masih 1 perusahaan koran dengan Herald Sun. Hmm... Kalo di Indo mungkin sekelas dengan Kompas gitu. Tapi MX ini berdasarkan info yang saya dapet dari petugas yang bagi2in di stasiun secara gratis, MX dapet duitnya dari iklan yang dipasangkan karenanya pasti masih untung walaupun dibagi2in secara gratis.


Foto koran yang sebelah kiri udah pernah saya liat di edisi (kira2) 1 bulan yang lalu. Foto atlit sepeda asal Ausie yang melakukan traveling ke Perancis dengan sepeda. Tapi kalo yang sebelah kiri memang baru liat. Jadi bisa disimpulin yang sebelah kiri adalah yang bener.

MX ini termasuk koran harian yang cukup informatif terutama tentang bahasan gosip2 artis dan insiden kecelakaan. Ya kalo di Indo mungkin sekelasnya kaya koran P** Kota gitu kali ya. Cuma kalo MX ini beritanya beneran terjadi dan ga di rekayasa. Di sini juga disediain kolom khusus buat mereka yang mo surat2 atau kirim2 salam. Dulu pernah saya baca ada cewe yang nulis intinya begini “Buat kamu (cowok) yang kemaren ada di platform 4, Stasiun North Melbourne, pake jaket coklat kulit dengan jeans Levis ketat, aku mau kita kenal lebih deket lagi.” Kyaaa... pokoknya isi pesennya buat mereka yang ga bisa ngungkapin perasaan dan kemungkinan besar ga bisa ketemu lagi sama orangnya.


Di sini juga ngebahas fenomena2 yang lagi atau akan ngetrend ke depannya. Misalnya aja kaya i-Phone 5 yang bakalan keluar nanti, atau misalnya aja tato barcode atau chip yang di tanam di dalam kulit yang nantinya bisa lebih mempermudah dan mempraktiskan segala sesuatu. Hmm... kok kaya ramalan akhir jaman yach?

Mimpi Masa Kecil Menjadi Kenyataan

Siapa yang sangka Thomas A. Edison yang dianggap bodoh di sekolah adalah seorang penemu jenius. Atau Wright bersaudara yang berawal dari mimpi ingin terbang seperti burung. Belum lagi cerita tentang Kolonel H. Sanders yang berusaha memasarkan ayam gorengnya mati2an sampe jadi KFC yang terkenal sekarang ini. Mereka semua adalah orang2 yang mengawali masa kejayaan mereka dengan mimpi. Mimpi yang buat orang awam dianggap aneh sehingga orangnya pun sering dianggap gila.

Mimpi yang buat orang awam ga masuk akal dan Cuma bikin susah idup (karena idup seperti air mengalir jelas lebih enak ketimbang idup dengan impian).
Mimpi yang bagi beberapa orang religius dianggap “tidak tau diri” dan “tidak pernah merasa bersyukur” atas apa yang udah diberikan sama Tuhan sampai hari ini.
Mimpi yang terlihat konyol bagi para penikmat hidup seperti air mengalir.
Mimpi yang bikin sesama pengejar mimpi menegakkan kembali tubuh mereka yang sempat luyuh karena tantangan yang begitu berat.
Mimpi bukan lah sekedar mimpi. Hati2 dengan impian yang bikin dirimu sendiri merinding memikirkannya.

Hari ini waktu nuker duit receh ke Bank, saya sempet ngobrol2 sedikit sama teler banknya. Singkat cerita saya udah kenal lah sama teler bank nya ini karena tiap hari ketemu buat nuker duit. Namanya Grace orang Malaysia dan dia tau kerjaan saya. Pada waktu transaksi selesai dia Cuma nyeletuk yang intinya “Hari ini kumpulin duit, besok buka restoran sendiri, yach. Kalo udah buka nanti saya kerja sama kamu deh, jadi manager restonya.” Saat itu juga saya ketawa di tempat dan bilang kalo saya mana punya modal untuk buka restoran frencise, butuh duit banyak. Tapi Grace langsung bilang, ga apa2, hari ini bermimpi dulu. Semua rencana besar diawali dari mimpi lho, jadi siap2 aja...

Abis dengerin kata2 si Grace, saya langsung ga bisa ngomong apa2. Perjalanan kembali ke restoran kaya abis dihipnotis. Bener2 kaya abis pulang dari seminar MLM (padahal ngobrol nya Cuma 1-2 menit doank), bener2 termotivasi dan... Ya ampun, sambil ngetik ini aja bulu kuduk merinding. Apa jadinya tuh kalo kata2 si Grace beneran terjadi? Ada pepatah bilang “Kata2mu adalah doamu” karenanya ngomong obrolan yang positif pastinya lebih membangun ketimbang obrolan negatif kaya gosipin orang (kaya tetangga saya tiap jam 4 sore pasti udah pada ngumpul mo ngrumpi) hehehe...

Jiah... jadi lupa tujuan awal dari topik kali ini. Sebenernya impian masa kecil yang mo saya bahas di sini bukan impian masa kecil saya, melainkan impian masa kecil Kristina. Kristina punya mimpi dari sejak kecil adalah “Melihat salju”. (http://sugiartobudiman.blogspot.com/2008/02/my-dram-book-updated.html). Saya merasa beruntung bisa menyaksikan detik2 mimpi masa kecil itu terwujud. Suasananya cukup bikin terharu dan... Sepertinya memang Tuhan sengaja suruh saya nikah sama orang ini, supaya saya juga bisa punya impian juga. Karena saya dari kecil tidak dididik untuk bisa punya mimpi. Boro2 nyuruh naro cita2 setinggi langit, baru mo share keinginan aja seringnya udah diomelin sama ortu, hehehe...

Jadi keinget sama cerita Ci Evi (temen persekutuan waktu di Yogya) tentang impian. Ci Evi pernah bilang kalo mo liat orang yang lagi ngejer impiannya coba tonton film Tom and Jerry. Si kucing Tom yang ngejer mati2an si tikus Jerry, ga perduli perabotan di rumah jadi berantakan, pecah, rusak, atau apapun itu namanya, yang penting bagi dia si tikus ketangkep, fokus. Ci Evi ngelanjutin lagi katanya, tapi coba pada waktu kamu nonton Tom lagi ngejer Jerry, tapi Jerry nya ga keliatan, apa yang kamu liat? Tom kaya kucing gila khan? Lari sana sini tapi ga keliatan apa yang dia kejar? Itu yang diliat sama orang yang ga mengerti akan impian kamu. Kamu dianggap seperti orang gila. 

Apa ya rasanya punya mimpi?
Apa ya rasanya impian yang ditunggu2 akhirnya terwujud?
Bener2 bikin iri... Aku iri...
Kenapa ga punya impian masa kecil? ;p

Jumat, 05 Agustus 2011

Beranilah Seperti City Hunter

Orang hebat bukan dilihat dari seberapa sukses dia dalam karirnya. Atau seberapa banyak hasil karya yang dia buat. Tapi orang hebat dilihat dari seberapa BERANI dia melakukan apa yang ada dalam pikirannya untuk mewujudkannya menjadi buah pikiran bukan sekedar khayalan belaka. Seorang pengkhayal yang tidak melakukan apa2 sama dengan pemimpi yang hanya bisa memberi saran dan  dengan beribu2 alasan sebenernya dia tidak memiliki keberanian untuk melakukannya. Tapi orang yang BERANI justru biasanya menjadi orang hebat (walaupun dia bodoh), kadang dia sukses berkat saran dari para pemimpi yang penakut.

http://www.dramacrazy.net/korean-drama/city-hunter/
Dikisahkan seorang pemuda Korea bernama Lee Yoon Sung (LYS) berniat untuk membalas dendam atas kematian ayahnya yang bersahabat dengan Lee Jin Pyo (LJP) yang membesarkan LYS dari bayi dan melatihnya menjadi “alat perang” untuk pembalasan dendam tersebut. Pada saat LYS sudah dianggap siap oleh LJP untuk melaksanakan tugas tersebut, mulailah satu per satu nama2 pejabat yang harus dibunuh disebutkan. Tapi tiba2 aja LYS tidak melakukan sesuai dengan harapan LJP. LYS mempunyai prinsip ga mau membunuh para pejabat korup yang punya sejarah buruk dalam perjalanan politik mereka itu karena kalo membunuh apa bedanya dia dengan mereka yang udah ngebunuh bapaknya.

Dari sejak itu LYS dan LJP selalu berselisih paham dan berjalan sendiri2 untuk melangsungkan pembalasan dendam mereka. LJP yang mempunyai prinsip nyawa dibalas dengan nyawa dan LYS membalaskan dendam dengan menggiring mereka ke pengadilan Korea.

Satu per satu para pejabat tersebut tertangkap berkat LYS tapi sayangnya ada juga yang terbunuh oleh LJP. Singkat cerita terbongkarlah sebuah kasus bahwa ternyata LYS bukanlah anak dari sahabat LJP melainkan anak dari Presiden Korea yang merupakan salah satu pejabat yang ada dalam daftar nama orang yang harus dibunuh oleh LJP.

Jadi sia2lah dia membalaskan dendam ayahnya yang ternyata bukanlah ayahnya yang sesungguhnya. Sementara itu LYS dihadapkan pada situasi LJP yang sudah membesarkannya dari bayi hingga besar akan membunuh ayah biologisnya. Tekad LYS yang begitu kuat bahwa kebenaran harus dijunjung tinggi dengan cara manusia bukan binatang membawanya ke situasi untuk melindungi ayah kandungnya. Alhasil terjadi baku tembak yang menyebabkan LYS dan LJP tertembak peluru. LYS tertembak peluru dari LJP (tapi ga meninggal) dan LJP tertembak peluru dari para pengawal Presiden.

Intinya, walaupun harus mati/meninggal, tapi kalo meninggal dalam perjalanan memperjuangkan impian atau dalam usaha mewujudkannya kita layak berbesar hati untuk disebut orang hebat. Karena sedikit orang yang mau berkorban untuk dirinya sendiri apalagi berkorban untuk orang lain.

Untungnya ada tulisan yang cukup menguatkan dimana kalo kita punya impian dan berusaha mewujudkannya kita pasti bisa melewati halang rintangnya dan ga perlu meninggal kaya LJP:
Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.

Sabtu, 09 Juli 2011

Jika Jawaban Tuhan: "Tidak!"

Setiap hari selasa malam saya sebenernya ada kegiatan Study Bible di gereja St. Augustine di Jalan Bourke Street deket Southern Cross station. Tapi belakangan ini udah lama ga dateng gara2nya cuaca dingin banget dan ditambah lagi ada perbaikan rel kereta searah perjalanan saya pulang. Jadi selalu ada aja alasan untuk ga hadir ke group ini untuk belajar Alkitab. Tapi entah ada angin apa kemaren ini justru saya udah kangen banget pengen hadir ke cell group ini.

Acaranya biasa dimulai jam 7.30pm. berhubung saya selesai kerja jam 5.30pm jadi saya punya banyak waktu luang dan kemaren ini saya pake doa di gereja. Saya sampe gereja tepat jam 6pm dan aneh banget buat saya karena saya bisa ngebacot sama Tuhan selama 1,5jam. Jadi selama menunggu itu saya bener2 pake buat doa. Doa semua permasalahan saya dari orang tua, adik, keuangan, permasalahan di tempet kerja.

Nah yang saya mo ceritain adalah udah lama banget saya selalu doa sama Tuhan untuk dikasi peluang untuk pindah kerja. Karena suasana kerja di tempet sekarang ini buat saya udah ga kondusif lagi. Saya kurang suka dengan perlakuan pemiliknya yang kalo ngomong seenak jigongnya dia tanpa memikirkan omongannya itu nyakitin hati orang lain apa ga. Yang penting bagi dia pesan yang mo disampaikan terlaksana dan mungkin emosinya dia pun terlampiaskan. Udah gitu ditambah lagi perlakuannya mulai beda sejak saya minta ijin untuk pergi ke bank pada waktu jam kerja untuk ngerubah password ATM saya. Sepertinya dia mengira saya interview dan dari sejak itu bener2 kerasa sikapnya beda banget.

Nah udah hampir 1 bulan bacotan saya ke Tuhan untuk dikasi kesempatan pindah kerja kok ga ada tanda2 dijawab nih. Saya bilang ke Tuhan kalo saya ini siap untuk kerja keras jadi tolong diberi kesempatan untuk dapetin pekerjaan yang lebih baik. Saya juga udah kirim lamaran2 baik online maupun kasi CV di tempat yang pasang iklan lowongan. Semuanya seperti sia2 belaka, ga ada tanda2 panggilan interview. Telpon ga pernah bunyi. Kalo pun bunyi paling2 Kristina atau bos saya yang dari tempet kerja yang lain yang telpon.

Jadinya waktu luang sambil nunggu cell group nya dimulai saya ngeluh sama Babeh. “Katanya Engkau sahabat? Katanya Engkau mendengar doa setiap anak2Mu? Tapi doa saya kok ga pernah ditanggepin? Minimal anggukan kepala kek atau deheman gitu. Saya doa seperti ngomong sama batu. Engkau bukan batu khan? Jadi bisa ga kasi jawaban kenapa kesempatan saya untuk pindah kerja kok seperti ditutup2in?”

Berhubung waktu udah menunjuk jam 7.30pm jadinya saya selesaikan saja sampai di situ pembicaraan sama Bos Besar. Dan cell group pun dimulai yang waktu itu ngebahas tentang penabur benih. Benih yang ditabur ada yang jatoh ke tanah yang subur, ada juga yang jatoh ke tanah tandus. Bahkan ada yang jatoh ke bebatuan. Nah, tiba2 perhatian saya langsung tertuju pada Ignatius, salah satu anggota di cell group. Saya lupa konteksnya bagaimana tapi yang saya inget dia ngomong begini: “Ga perduli berapa kali atau berapa lama kamu berdoa, yang terpenting adalah kamu bertumbuh.”

Ini beneran kaya jawaban Tuhan deh. Pasalnya Ignatius itu bukan tipe orang yang kalo ngomong semua orang pada merhatiin. Tapi dia tipe orang yang justru kebalikannya, suaranya itu ga bisa menarik perhatian orang. Apalagi waktu itu konteksnya lagi menanggapi suatu kasus (tapi saya lupa) dan semua orang pada ngomong menanggapi kasus tersebut. Anehnya kenapa kuping saya malah ngedenger omongannya Ignatius ditambah lagi saya ada masalah dalam hal Listening bahasa inggris. Ini bener2 aneh, bener2 aneh. Saya merasa seperti berbicara sama Tuhan. Karena barusan aja saya ngeluh kenapa dia ga pernah jawab doa saya. Eh, Tuhan langsung ngomong. Barusan juga saya tanya kenapa saya ga pernah diberi kesempatan kerja di tempet yang lebih baik, eh dijawab.

Sekarang saya tau, ga perduli doa saya dikabulin apa ga karena bukan itu poin terpenting bagi Tuhan, yang terpenting adalah sayanya bertumbuh di dalam Dia. Sayanya harus terus ngandelin Dia dalam keseharian saya baik lagi susah maupun pas lagi seneng. Makasi ya, Tuhan atas jawabannya. Saya janji ga akan memaksakan kehendak/keinginan saya untuk dikabulin. Karena Tuhannya Engkau bukan saya.

Minggu, 03 Juli 2011

Islam



Hasrat untuk mempelajari tentang Islam sebenernya udah ada dari sejak saya di SMP. Hanya saja selalu berpikir 2x untuk masuk ke mesjid sebagai sarana termudah untuk mempelajarinya karena terlalu seringnya saya mendapatkan perlakuan yang kurang baik dari mereka yang muslim jadi selalu mengurungkan niat untuk pergi ke mesjid di waktu2 kosong setelah pulang sekolah. Diskriminasi yang selalu ditampilkan terhadap mereka yang non-muslim juga menjadi salah satu alasan untuk mengetahui lebih dalam tentang Islam. Sampe sekarang rasa ingin tau tentang Islam masih ada walaupun udah terlampiaskan sedikit demi sedikit karena banyak bertanya dan berdiskusi dengan mereka yang muslim.

Entah udah berapa banyak orang yang tanyain tentang Islam dan kaitannya terhadap diskriminasi, kejahatan, dan sikap mayoritas warga muslim yang selalu membuat kesal pada umumnya selama saya tinggal di tangerang, jakarta, dan yogya. Semua jawaban mereka ga ada yang jelas, menggantung dan bener2 bisa terbantahkan. Pertanyaan simpel aja mereka ga bisa jawab kok seperti: kenapa wanita ga perlu ke mesjid? Kalopun mereka ke mesjid kenapa harus duduk di belakangan sementara para pria duduk di depan?

Satu orang temen kerja saya namanya si R bilang kalo di Islam wanita itu diagungkan, tapi ketika saya menanyakan 2 pertanyaan di atas dia bingung, ga bisa jawab. Dia hanya tau kalo wanita itu agung di mata Islam tapi ga tau sebabnya. Kalo memang agung kenapa para pria banyak yang melecehkan? Tak sadarkah hukum Islam ini membuat wanita semakin sulit bergerak. Contohnya aja di semua negara Islam di Timur Tengah yang saya tau wanita terpaksa rela menjadi istri kedua atau ketiga hanya demi bisa beraktifitas di luar rumah. Karena di sana wanita yang keluar sendirian tanpa ditemani laki2 akan berbahaya dan cenderung akan mengalami kejahatan. Beruntung kalo wanita tersebut masih punya papa atau setidaknya sodara laki2, jadi dia ga perlu jadi istri ke sekian. Karenanya wanita di sana cenderung lebih rendah pendidikannya ketimbang pria dan hanya bisa melakukan aktifitas di dalam rumah: Dapur, Sumur, Kasur...

Saya pernah baca berita di Yahoo yang menceritakan tentang seorang wanita di Arab Saudi yang memperjuangkan persamaan derajat dengan pria. Dia sengaja mengupload video dirinya yang menyetir mobil di situs Youtube. Perlu diketahui sebelumnya bahwa wanita juga ga boleh melakukan aktifitas pria di negera Muslim. Menyetir termasuk aktifitas pria. Entah udah berapa kali dia dipenjara dan kena sanksi biaya, tapi dia tetep kekeh memperjuangkan supaya wanita punya kesempatan yang sama seperti pria karena menurutnya hukum Islam yang di terapkan di masyarakatnya ga sesuai dengan Alquran yang dia imani selama ini. Sayang saya lupa namanya, harap maklumlah, orang sanguin memang sesah untuk mengingat nama.

Kalo bicara soal pemahaman masyarakat muslim tentang Alquran Sepertinya boleh saya simpulkan bahwa warga muslim khususnya di Indonesia sepertinya salah mengetahui ajaran agamanya. Saya bisa simpulkan seperti itu karena setelah ketemu orang ini di tempet kerja saya. Namanya Si A, warga negara Malaysia yang datang ke Melbourne bersama suami dan 2 orang anaknya. Suaminya kuliah S2 Enginering di Melbourne dan pada waktu anak2nya sekolah dia kerja di restoran jadi waiter.

Diskusi kami berawal dari paradigma saya tentang Islam yang menurut saya setiap laki2 muslim sangat egois dan sombong, merasa derajatnya lebih tinggi dari wanita dan wanita di Islam selalu direndahkan. Wanita selalu jadi korban seksual pria dan kalo si wanita membela diri sehingga menyebabkan si pria cidera atau tewas, wanita pastilah jadi tersangkanya. Contohnya aja kasus yang belom lama ini di Arab Saudi, TKI Indonesia terpaksa harus menjalani hukuman penggal dikarenakan membunuh majikannya yang ingin memperkosa dia. Jelas2 itu pembelaan diri dan keluarga korban meminta uang pengganti nyawa sebesar kalo ga salah Rp 3 milyar barulah kasusnya akan ditutup, kalo ga, ya terpaksa hukum Arab Saudi yang diberlakukan yaitu penggal. Nyawa balas nyawa (Hukum Taurat).

Jadi dari paradigma saya tentang Islam dan kaitannya dengan sex saya jadi ingin tau apakah pria muslim ada usaha untuk memuaskan istrinya? Atau wanita hanyalah objek sex bagi pria Muslim? Jawaban yang saya dapet cukup membuat rasa penasaran terpuaskan sedikit. Si A menjelaskan hal yang sama seperti teman saya Si R bahwasannya wanita adalah makhluk paling mulia dan agung ketimbang pria. Tapi Si A lebih mendasar karena dia menarik ayat Alquran yang menceritakan tentang Muhamad yang pada waktu itu sedang berbicara dengan ALLAH dan dia bertanya pada ALLAH “Engkau adalah yang pertama untuk didahulukan dalam hidup, siapakah yang kedua?” Jawab ALLAH “Ibumu.” Muhamad bertanya lagi “Siapa yang ketiga?” Jawab ALLAH “Ibumu.” Untuk kesekian kalinya Muhamad bertanya lagi “Siapa yang keempat?” Jawab ALLAH “Ibumu.” Maka mengertilah Muhamad yang dimaksudkan oleh ALLAH bahwa wanitalah yang harus diutamakan dari segala2nya setelah ALLAH.

Yak, kurang lebih kata2nya seperti itu. Saya nulis dengan bahasa saya jadi besar kemungkinannya ga mirip dengan yang tertulis di Alquran. Tapi kurang lebih intinya sama seperti yang disampaikan Si A pada saya.

Setelah menyampaikan ayat Alquran tersebut dia langsung lanjut memberikan contoh konkritnya. Dia punya temen kerja waktu masih tinggal di Malaysia, pria keturunan Arab yang udah jadi warga negara Malaysia. Setelah menikah mereka punya bayi pertama. Apa yang terjadi setelah bayinya lahir, justru membuka mata saya tentang Islam. Setiap kali ketemu di tempat kerja, pria Arab ini selalu keliatan lesu, lemas, seperti ga bertenaga. Kantung matanya pun makin lama makin besar. Si A pun bertanya ada apa dengan dia belakangan ini, kok sejak punya bayi kamu keliatan capek? Pria Arab ini jawab kalo dia harus ngurusin bayinya. Waktu tengah malam nangis dia yang gendongin. Bikin makan, cuci baju, ganti popok, semuanya dia yang lakuin. Si A tanya “Emangnya istrimu dimana?” Jawabannya “Tidur...”

Si A bilang kalo di Alquran dijelaskan bahwa tugas utama seorang istri adalah Cuma memberikan kepuasan seks pada suaminya. Jika dia udah melakukannya maka masuk surga lah dia. Bagaimana dengan tugas2 wanita yang lainnya seperti cuci piring, masak untuk keluarga, nyuci baju? Itu sebenernya adalah tugas sang suami untuk memberikan segala2nya untuk sang istri. Jadi kalo tugas utama istri adalah memberikan kepuasan seks pada suaminya sementara sang suami tugas utamanya adalah memberikan semua kebutuhan istrinya termasuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga karena itu kebutuhan si istri. Kalo dia mo makan, piringnya kotor semua, suami yang cuci. Gitu juga dengan makanannya, suami yang harus menyediakannya.

Lanjut ke contoh konkrit kedua, Si A menjelaskan tentang keluarganya kali ini. Waktu ayah kandungnya mau menceraikan ibunya, ayahnya mengadu pada ustad setempat bahwa istrinya malas, ga pernah nyiapin makan buat dia dan bangunnya selalu siang. Sang ustad balik tanya “Istrimu melayani kebutuhan seksualmu ga?” Bokapnya Si A jawab “Iya.” Si ustad langsung nimpalin “Ya, udah kalo gitu kamu ga punya alasan untuk menceraikan dia. Istrimu sudah menjalankan tugasnya. Sana pulang...”

Hahaha... kalo jadi bokapnya Si A kaya ketampar2 campur malu. Datang dengan sombong ke ustad, dikirain bakalan dapet dukungan eh, malah kebalikannya. Jadi dari 2 contoh di atas saya jadi mikir, kalo seandainya saya dan Kristina adalah warga muslim, udah barang tentu deh saya ga bisa ngejalanin tugas utama seorang suami. Hahaha... Gimana bisa? Megang penggorengan aja kagak becus, apalagi kalo disuruh masak? Bisa2 rencana awal bikin nasi goreng, emang jadi sih nasi goreng tapi yang makan kucing tetangga. Mungkin aja, sangkin ga enaknya dan salah bumbu jadi ga bisa dimakan. Daripada mubasir, kasi kucing aja.

Sebenernya jadi seorang pria muslim itu berat tapi kenapa kok malah wanitanya yang keliatannya lebih sengsara ketimbang prianya? Pertanyaan ini dijawab Si A gini “Kamu pernah liat ustad cewe ga?” Mana ada ustad cewe? Seumur2 liat ustad ya selalu cowo. “Nah, karena itulah. Besar kemungkinannya mereka para ustad itu memanipulasi ajaran2 sehingga melenceng dari Alquran. Mereka menyampaikan ajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan dan keegoisan mereka sebagai seorang manusia.

Kini saya ada sedikit gambaran tentang Islam yang selama ini menjadi agama mayoritas di Indo. Yang selama ini menjadi agama yang selalu bersitegang dengan Kristen. Dari keduanya saya yakin ga ada yang paling bener, karena agama adalah ciptaan manusia yang jauh dari kata sempurna. Yesus yang adalah manusia sekaligus Tuhan (katanya), bukanlah yang mendirikan agama Kristen. Yesus datang ga membawa suatu agama, tapi sebuah ajaran. Para pengikutnyalah yang menyatakan dirinya sebagai agama Kristen. Dan mereka pun terus mengembangkan ajaran2 menurut pandangan mereka yang terbatas sebagai manusia.

Jadi pilih yang mana? Ga perlu memilih, cukup percaya aja bahwa Tuhan itu ada dan dia udah menyediakan sarana untuk pengampunan dosa karena manusia ga bisa lepas dari kesalahan. Mempunyai Tuhan sama aja kaya punya pegangan idup, punya temen buat dengerin curhat dan seperti punya sahabat yang selalu ada waktu kita susah.

Lelaki yang berpredikat lelaki terbaik adalah suami yang memuliakan istrinya. Suami yang selalu mengukir senyuman di wajah istrinya. Suami yang menjadi Qawwam (pemimpin, pelindung) istrinya. Suami yang begitu tangguh mencarikan nafkah halal untuk keluarganya. Suami yang tak lelah berlemah lembut mengingatkan kesalahan istrinya. Suami yang menjadi nakoda kapal keluarga, mengarungi samudera agar selamt menuju tepian hakiki “Surga”. Ia memegang teguh firman Allah. “Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka...” QS. At-Tahrim: 6)

Yang Beda di Australia (Part 3)

Kembali lagi hadir untuk ngejelasin bedanya tempat yang saya hinggap sekarang (Melbourne) dengan kota Jakarta ibukota sekaligus kota kelahiran yang tercinta, huek...

1.      Tikus dan kucing
Saya ga ada liat ada tikus got berkeliaran di jalanan. Bukannya ga ada got di sini, tapi kayanya di sini tikus bener2 dianggap hama dan ga boleh mengganggu hajat hidup orang banyak. Karena tikusnya ga ada otomatis kucingnya juga ga ada yang berkeliaran di jalan. Kalo sampe ada di jalan, mo makan apa dia? Hehehe... Ga deng, saya ngarang. Di sini kucing termasuk hewan peliharaan rumahan kaya anjing. Kalo di Indo kucing udah kaya hama banyaknya. Dimana2 sang kucing menabur “benih” makanya jumlahnya banyak dan perkembangannya cepet banget. Buktinya udah jelas sekali, setiap kali pulang Tangerang, hewan pertama yang keliatan di mata udah pasti kucing. Bener2 ngerusak pemandangan, dari kucing budug sampe kucing BOEDOEGHT (budug yang amat sangat sampe udah kebangetan budugnya) selalu ada menemani sepanjang perjalanan pulang ke Tangerang dari Jakarta setiap akhir pekan dulu waktu kerja.

2.      Bengkel tambel ban
Bener2 belom pernah saya liat bengkel tambel ban atau setidaknya bengkel otomotif yang ada di pinggir jalan baik di kota maupun daerah “coret” alias pinggiran. Beda banget sama di Indo dimana bisnis bengkel bener2 menjamur dan bisa disembarang tempat tanpa memikirkan apakah tetangga terganggu atau ga dengan kebisingannya. Di sini kalo kita ada masalah dengan kendaraan kita diharapkan bisa benerin sendiri karena untuk urusan yang seperti ini di Melbourne biayanya mahal banget karena harus ke Dealer resmi dari kendaraan yang bersangkutan. Makanya orang2 pada buang2in barang yang udah eror ketimbang benerin ke tukang service. Karena biayanya hampir sama dengan beli baru. Kalo bannya Cuma butuh angin doank sih bisa ke pom bensin terdekat, gratis. Tapi kalo udah bocor saya ga ngerti mereka benerin dimana. Atau mungkin mereka ganti ban baru. Mungkin...

3.      Weekend
Nah, yang satu ini agak aneh nich. Saya juga bingung kenapa di sini setiap kali weekend (sabtu dan minggu) malah sepi. Toko2 juga pada tutup ga ada yang buka. Jam berkunjung di Mall pun semakin pendek ga kaya di hari kerja (weekday). Belom selesai sampe di situ, setiap hari Senin dan Selasa, kesepian masih berlanjut. Tapi pada hari rabu udah mulai deh keliatan ramenya. Di sini hari2 rame adalah hari Kamis dan Jumat. Bedanya kalo di Jakarta setiap weekend mall penuh dengan pengunjung, jam berkunjung mall pun ga pernah saya denger lebih pendek pada waktu weekend. Kalo kata temen saya yang dulu pernah kuliah di sini dia bilang orang2 sini kalo pas weekend mereka lebih milih bersama keluarga. Kalopun mau refresing bukannya keliling mall tapi pergi ke luar kota atau negeri.

4.      Sertifikasi dan SIM
Satu lagi yang aneh di sini, ada banyak banget sertifikasi yang bisa diperoleh di ausie ini misalnya aja sertifikasi Barista yang baru saya dapetin dengan menghabiskan dana $199 dalam kurun waktu 6 jam. Ada lagi sertifikasi khusus mereka yang bekerja di bar dan mengelola minuman alkohol. Jadi sertifikasi ini semacam ijin yang sah bagi mereka yang bekerja di bidang yang sesuai dengan sertifikasi tersebut. Sertifikasi lainnya misalnya aja mereka yang kerja di panti jompo. Kristina sendiri contohnya, dia lagi berusaha menyelesaikan kursus Age Care namanya dan kalo lulus dia bisa kerja di panti jompo manapun. Lucunya lagi kalo pernah denger ada kendaraan Forklift, semacam kendaraan berpenumpang 1 yang berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan barang2 yang ada di gudang. Di bagian depan kendaraan ini ada 2 panel besi yang mirip garpu makanya dinamain Forklift. Mereka yang menggunakan kendaraan ini harus punya SIM. Kalo di Indo, orang2 gudang disuruh bikin SIM Forklift kemungkinan besar mereka ga punya duit untuk ngajuin SIM nya. Tapi di sini mereka yang kerja di gudang gajinya justru lebih gede ketimbang kerjaan seperti saya di restoran.

5.      Skate board dan scooter
Banyak anak2 muda yang sering menggunakan 2 alat transportasi sekaligus olah raga ini. Di jalanan, trotoar, mall, stasiun, mereka pake alat ini sebagai alat transportasi ketimbang jalan kaki. Bedanya skateboard dengan scooter adalah kalo scooter tempat pijakan kakinya lebih kecil dari skateboard, roda scooter Cuma 2 sementara kalo skateboard ada 4, scooter terbuat dari besi sementara skateboard dari papan, terdapat stir yang harus dikendalikan dengan tangan untuk menggerakan roda depan scooter sementara kalo skateboard kalo mo belok cukup dengan menginjak tepi sebelah kiri atau kanan papan.

6.      Beli HP dicicil
Di sini beli hp selain bisa dengan cash atau credit card, bisa juga dengan cara kontrak. Kontrak yang dimaksud adalah kita membayar cicilan tiap bulannya sesuai dengan perjanjian yang udah ditetapkan dari awal. Besar-kecil dan lamanya biaya kontrak tergantung berapa harga dari hp yang kita mau beli. Semakin tinggi harganya otomatis semakin besar kontraknya. Atau kita bisa memilih memperkecil biaya/bulannya tapi masa kontraknya diperpanjang. Uang cicilan atau biaya per bulan yang kita bayarkan, itu adalah uang pulsa kita juga. Misalnya kita ambil kontrak yang $50/bulan selama 2 tahun. $50 itu adalah uang pulsa kita juga yang tiap bulan abis atau ga abis pulsanya harus bayar lagi $50 di bulan berikutnya. Jadi intinya, beli pulsa selama 2 tahun dapet gratis hp. Gimana seandainya kita pake pulsa dalam bulan itu lebih dari $50 ($55 misalnya)? Ya berarti pada bulan itu kita harus bayar $55 walaupun di kontrak kita $50/bulan.

7.      Daylight Saving
Daylight saving adalah perubahan jam yang dikarenakan perubahan iklim setempat supaya orang2 bisa beraktifitas normal. Maksudnya begini, setiap kali mau memasuki musim dingin, kira2 bulan April ada 1 hari dimana pada hari itu jam nya dimundurin 1 jam. jadi kita bisa bangun lebih siang 1 jam dan ga terlalu dingin. Begitu juga pada saat memasuki musim panas, jamnya akan dimajuin lagi 1 jam (kembali normal). Jadi untuk pertama kali nya saya mengalami yang namanya 1 hari = 25 jam, karena waktu kemaren bulan april saya merasa seperti memaki diri saya sendiri. Ceritanya kami mo naik kereta dan kami yakin belom terlambat. Tapi keretanya justru malah dateng telat dan anehnya kenapa telatnya tepat 1 jam. waktu itu kami belom ngeh kalo itu Daylight Saving, jadi saya maki2lah karena saya pikir negara maju kok telatnya bisa mirip2 negara berkembang. Pas sampe di stasiun Flinder Street untuk ganti kereta, di situ kebetulan ada jam yang menunjukan pada saat itu pukul berapa dan, eh... lho? Kok ga sama dengan jam di hp saya? Ini yang eror jam stasiun atau hp saya ya? Di situlah saya baru ngeh setelah nanya petugas stasiun kalo jamnya udah dimundurin 1 jam, jadi sebenernya kami belom telat, tapi bangunnya kepagian. Nanti waktu mo masuk musim panas, untuk pertama kalinya juga saya akan merasakan 1 hari = 23 jam. Bener2 pengalaman seru, ga sabar mo ngelewatinnya... Sekaligus di musim panas akan banyak orang2 berbikini, hihihihi... Summer, oh summer... ;p